Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Jangan Sampai Covid-19 Naik Tinggi

DPR Minta, Awasi Ketat Tempat-tempat Wisata

Senin, 25 April 2022 07:50 WIB
Anggota Komisi IX DPR Luqman Hakim. (Foto: Dok. DPR RI)
Anggota Komisi IX DPR Luqman Hakim. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah harus mengawasi secara ketat tempat wisata selama libur Lebaran 2022. Sebab, tempat itu bakal diserbu masyarakat sehingga rentan terhadap penularan Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR Luqman Hakim meminta tempat wisata mematuhi protokol kesehatan. Tempat wisata hanya boleh menerima kunjungan dari masyarakat yang sudah divaksinasi lengkap (dua dosis) atau sudah vaksin ketiga (booster).

Baca juga : Puan Ingatkan Pencairan THR Dan Gaji Ke-13 Untuk ASN Tepat Waktu

“Apabila belum vaksin kedua atau ketiga, maka pengunjung wajib menunjukkan hasil negatif test antigen,” kata Luqman dalam keterangannya, kemarin.

Politikus PKB ini mengatakan, pengaturan tempat wisata itu sangat penting dilakukan untuk mencegah lonjakan penularan Covid-19 pasca lebaran. “Jangan sampai setelah libur Lebaran, kasus Covid-19 naik tinggi akibat tempat-tempat wisata dibiarkan bebas tanpa aturan,” kata dia.

Baca juga : Mahasiswa Lempari Gedung DPR, Polisi Balas Tembakan Gas Air Mata

Lukman meminta semua pihak belajar dari pengalaman libur Lebaran tahun sebelumnya. Tidak adanya pengaturan yang ketat menyebabkan terjadi lonjakan kasus Covid-19. “Kita semua tentu berharap agar itu tidak terjadi,” imbuh dia.

Lukman menilai, pemerintah sudah sangat matang memfasilitasi masyarakat dalam merayakan Idulfitri yang didahului dengan pergerakan mudik dan diakhiri dengan arus balik. Hal ini terlihat dari keputusan libur dan cuti bersama Lebaran yang total waktunya 10 hari.

Baca juga : Gerindra Desak Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

“Dengan waktu libur cukup panjang, arus mudik dan arus balik yang melibatkan puluhan juta orang dapat dihindarkan dari kemacetan dan stagnasi lalu lintas,” harap dia.

Apalagi, lanjutnya, Pemerintah juga sudah mengimbau masyarakat mudik lebih awal untuk mencegah penumpukan arus lalu lintas. Namun, mudik lebih awal tetap menyesuaikan dengan jadwal libur dari tempat bekerja.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.