Dark/Light Mode

Gobel: Teknologi Nano Bakal Jadi Game Changer, RI Harus Bentuk Kerja Sama Dengan Iran

Minggu, 8 Mei 2022 14:26 WIB
Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel (tengah) saat memimpin delegasi RI ke Teheran, Iran. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel (tengah) saat memimpin delegasi RI ke Teheran, Iran. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Dalam presentasinya, Saeed Sarkar mengatakan, sanksi embargo terhadap Iran oleh PBB, telah membuat negara yang dipimpin Ebrahim Raisi berpikir.

“Yang sebelumnya tak terbayangkan, kini bisa dilakukan dan diwujudkan. Tekanan sanksi, telah membuat potensi yang dimiliki Iran bisa keluar,” ucap Saeed.

Iran memulai menekuni teknologi nano pada 2001. Saat itu, hanya ada 10 orang yang mengerti teknologi nano.

"Tapi sekarang, sudah ada 40 ribu peneliti dengan kualifikasi S2 dan S3. Ini memberikan dampak besar bagi Iran,” ujar Saeed.

Pada 2001, peneliti Iran baru mampu memproduksi sembilan publikasi makalah, dan menduduki ranking ke-57 di dunia.

Baca juga : Gobel: Bendungan Bulango Ulu Bakal Perkuat Kedaulatan Dan Ketahanan Pangan

Namun pada 2021, Iran sudah bisa membuat 11.582 publikasi makalah. Sehingga, menduduki ranking ke-4 di dunia.

“Ini sudah tahun kelima berada di ranking 4. Di atas Iran ada China, India, dan Amerika Serikat. Semuanya negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia,” terang Saeed.

Selain faktor jumlah penduduk, dana yang dikeluarkan negara-negara tersebut jauh di atas Iran.

"Kami punya strategi tersendiri. Tidak mengandalkan dana. Duit kami terbatas, namun strategi ini telah membuat kami unggul,” katanya.

Sebagai bukti keunggulan itu, sejumlah negara China, Korea Selatan, Rusia, Jerman, Australia sudah memanfaatkan teknologi nano Iran.

Baca juga : Selama Ramadhan, PTPL Pantau Kinerja Operasional Dan Berbagi

“Kami mengekspor teknologi nano ke 45 negara di dunia. Teknologi nano telah memberikan kemajuan ekonomi bagi Iran,” papar Saeed.

Menurutnya, ada 11 bidang yang dimasuki Iran dengan memanfaatkan teknologi nano. Seperti tesehatan, konstruksi, migas, air dan pertanian, otomotif, tekstil, jasa industri, optik dan elektronika, bahan baku, pendidikan, dan manufaktur.

“Saat ini, ada 324 perusahaan yang terlibat dan ada 1.111 produk yang dihasilkan,” katanya.

Menurut Saeed, Indonesia memiliki potensi dan kemampuan dalam mengembangkan teknologi nano.

“Tak butuh 20 tahun. Dalam 10 tahun, Indonesia bisa menguasai teknologi nano,” katanya.

Baca juga : Bahasa Cinta Untuk Perdamaian Dunia

Menurutnya, jangan mengikuti strategi Barat yang membutuhkan biaya besar.

"Misalnya, tak perlu kirim pelajar ke ke uar negeri. Biayanya besar dan kulturnya berbeda. Kami siap kirim dosen-dosen kami, untuk mengajar di universitas-universitas di Indonesia. Kami juga siap membangun laboratorium-laboratorium di Indonesia,” katanya.

Saeed mengatakan, Iran siap melakukan riset bersama dan melakukan transfer teknologi.

"Kapan saja Indonesia siap, maka kami siap,” tandas Saeed. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.