Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jaga Marwah Polri, DPR Ingatkan Jangan Sampai Ada Intimidasi Ke Keluarga Brigadir J

Selasa, 19 Juli 2022 19:26 WIB
Brigadir J. (Foto: Ist)
Brigadir J. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR, Santoso mengingatkan aparat kepolisian untuk menjaga marwahnya dalam mengusut kematian Brigadir Nopryansyah Yusua Hutabara alias Berigadir J akibat ditembak Bharada E, di rumah singgah Kadiv Propam non-aktif Irjen Ferdy Sambo, Junat (8/7).

Menurut Santoso, cara-cara intimidasi kepolisian hanya akan mencoreng Polri secara institusi di mata masyarakat. Dia meminta Polri agar menghormati seluruh proses penyidikan dalam kasus ini.

Berita Terkait : Erick: Jangan Sampai, Nelayan Seperti Ayam Kelaparan Di Lumbung Padi

"Atas pelaporan yang dilakukan oleh kuasa hukum Brigadir Yosua dengan laporan adanya pembunuhan berencana atas tewasnya Brigadir Yosua, saya meminta kepada pihak Polri untuk tidak melakukan intimidasi kepada keluarga korban," kata Santoso kepada wartawan, Selasa (19/7).

Lebih lanjut, politisi partai Demokrat itu mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menonaktifkan Sambo selama proses penyelidikan dan penyidikan kasus.

Berita Terkait : 5 Pertanyaan Paling Populer Mengenai Tabungan dan Investasi Syariah di Maybank

Menurutnya, keputusan menonaktifkan Sambo penting untuk menghindari konflik kepentingan dalam penyelidikan. Dia meyakini keputusan Sigit akan mempercepat penuntasan hukum dalam insiden adu tembak yang melibatkan ajudan dan sopir istri Sambo, Putri Chandrawati.

"Tindakan Kapolri ini saya yakin akan mempercepat proses penyidikan kasus ini secara profesional serta transparan kepada publik," beber dia. ■