Dewan Pers

Dark/Light Mode

DPR Ngarep Vaksin Karya Anak Bangsa Diluncurkan 17 Agustus

Kamis, 4 Agustus 2022 19:59 WIB
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati. (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPR berharap dua Vaksin Covid-19 karya anak bangsa yakni Vaksin Merah Putih dan vaksin buatan BUMN Biofarma bisa diluncurkan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Kedua vaksin tersebut diketahui saat ini tengah memasuki uji klinis tahap 3 sebelum bisa digunakan secara luas.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menyampaikan, masyarakat telah menunggu lama atas hadirnya vaksin Covid-19 karya anak bangsa.

Rasa harap yang besar dari masyarakat ini diyakininya pasti bisa terobati bila waktu peluncuran vaksin karya anak bangsa dilakukan saat perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun.

Berita Terkait : Tok, Piala Presiden Bulutangkis Digelar 1-6 Agustus

Menurut Mufida, peluncuran vaksin karya anak bangsa pada 17 Agustus bisa terwujud bila hasil uji klinis tahap 3 berjalan lancar dengan efikasi vaksin sesuai standar WHO serta mendapatkan Izin Edar Dalam Keadaan Darurat (EUA) dan status halal dari MUI.

"Masih ada tahapan setelah uji klinis tahap 3 dan semoga hal tersebut bisa simultan dikerjakan sehingga harapan kita yang menunggu vaksin karya anak bangsa ini benar-benar bisa terwujud pada perayaan 77 tahun kemerdekaan RI bulan ini," ujar Mufida dalam keterangan resminya, Kamis (4/8).

Mufida yakin, jika menggunakan vaksin karya anak bangsa dan telah dijamin kehalalannya, maka animo untuk vaksinasi booster yang cakupannya masih rendah bisa naik.

Berita Terkait : Dukung Pendidikan Dan Keahlian Anak Bangsa, Panasonic Gobel Serahkan Beasiswa Untuk 22 Mahasiswa

"Saat ini baru Vaksin Merah Putih produksi PT Biotis Pharmaceuticals dan Universitas Airlangga (Unair) yang mendapat fatwa halal dan suci sementara vaksin yang sedang dikembangkan Biofarma dengan Baylor College of Medicine masih tahap pengajuan ke LPPOM MUI, kita harapkan juga lolos uji kehalalannya," jelasnya.

Soal booster kedua, Mufida menjelaskan, saat ini proses pemberian booster dosis kedua disasarkan untuk tenaga kesehatan. Sementara, booster tahap kedua untuk masyarakat umum masih menunggu target capaian vaksin booster dosis pertama mencapai 50 persen.

Per hari, kata Mufida, capaian booster dosis pertama masih 27 persen. Sehingga perlu langkah mempercepat capaian vaksin booster untuk masyarakat.

Berita Terkait : Pencegahan Radikalisme Pada Anak Harus Dilakukan Secara Sistematis

"Kita sangat berharap vaksin karya anak bangsa ini sudah siap digunakan seperti semangat Hari Kemerdekaan tahun ini. Lewat vaksin karya anak bangsa dan terjamin kehalalannya saya yakin antusiasme publik untuk booster bisa tinggi," pungkasnya. ■