Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bamsoet Dukung Samson Sitohang Sebagai Komandan Denjaka TNI AL

Senin, 8 Agustus 2022 14:07 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menyalami Komandan Denjaka TNI AL Kolonel (Mar) Samson Sitohang. (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menyalami Komandan Denjaka TNI AL Kolonel (Mar) Samson Sitohang. (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus pemegang Brevet Hiu Kencana dan Warga Kehormatan TNI Angkatan Laut Bambang Soesatyo mendukung penunjukan Kolonel (Mar) Samson Sitohang sebagai Komandan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL. Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini juga mengapresiasi kepemimpinan Kolonel (Mar) Kresno Pratowo yang telah memimpin Denjaka pada periode 2021-2022, dan kini mendapatkan penugasan baru sebagai Wakil Komandan Lantamal VII/Kupang.

Bamsoet berpesan, berbagai kinerja positif Denjaka di bawah kepemimpinan Kolonel (Mar) Kresno Pratowo harus dilanjutkan dan ditingkatkan Kolonel (Mar) Samson Sitohang. "Sehingga Denjaka sebagai pasukan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL dengan julukan Hantu Laut, bisa senantiasa mewaspadai sekaligus menangani berbagai bentuk ancaman keamanan dan kedaulatan bangsa yang datang dari aspek laut. Seperti terorisme, sabotase, pembajakan, dan ancaman lain yang bersifat strategis," ujarnya, usai menghadiri Serah Terima Jabatan Komandan Denjaka TNI AL, di Mako Detasemen Jala Mangkara, di Jakarta, Senin (8/8).

Berita Terkait : Bamsoet Dukung Pembuatan Film Sejarah Perjuangan Pembela Tanah Air

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, kondisi geografis sebagai negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudera, dengan perairan yang menjadi pusat jalur perdagangan laut dunia, menjadikan Indonesia sebagai center of gravity perdagangan dunia. Lebih dari 80 persen perdagangan dunia dilaksanakan melalui laut dan 40 persen di antaranya melalui perairan Indonesia.

Bamsoet menerangkan, mustahil bagi Indonesia untuk menutup diri terhadap lalu lintas peradaban global. Justru, lalu lintas peradaban global itu menjadi kekuatan sekaligus membuka potensi ancaman.

Berita Terkait : BNPT Dukung Keamanan Siber Dalam KTT G20 Indonesia 2022

"Kita titipkan keamanan aspek laut Indonesia kepada pasukan Denjaka, yang kekuatan satu prajurit Denjaka seringkali disetarakan dengan 120 prajurit TNI biasa. Ini menandakan dahsyatnya kemampuan tempur prajurit Denjaka dengan spesialisasi anti teror, anti sabotase, anti pembajakan, serangan maritim dan misi pengumpulan intelijen, misi pencarian dan penyelamatan, serta pembongkaran bawah air," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum FKPPI ini menerangkan, pasukan Denjaka pernah membanggakan Indonesia tatkala berhasil membebaskan WNI kru kapal tanker MV Sinar Kudus dari teroris Somalia yang melakukan pembajakan dan penyanderaan pada tahun 2011. Jauh sebelumnya, Denjaka juga berhasil dalam operasi Aru Jaya tahun 1992. Mengusir Kapal Lusitania Expresso, kapal feri berbendera Portugal yang sedang berlayar menuju Dili, Timor Timur, yang disewa kelompok aktivis anti-integrasi Timor Timur terhadap Indonesia.

Berita Terkait : Tegaskan Amerika Sebagai Ancaman Utama, Putin Revisi Doktrin AL Rusia

"Pasukan Denjaka juga ditugaskan untuk menjamin keamanan dan keselamatan Presiden Joko Widodo selama melakukan kunjungan kerja ke Ukraina dan Rusia beberapa bulan lalu," pungkas Bamsoet.■