Dewan Pers

Dark/Light Mode

Elektabilitas Tak Jamin Pencapresan

Golkar MPR Ingin Adu Gagasan

Rabu, 31 Agustus 2022 07:50 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Idris Laena. (Foto: Dok. MPR RI)
Ketua Fraksi Partai Golkar di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Idris Laena. (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi Partai Golkar di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Idris Laena mendukung pernyataan Presiden Jokowi. Tingginya elektabilitas tidak menjadi jaminan seorang tokoh bisa maju calon presiden atau calon wakil presiden.

Idris bilang, pendapat presiden merupakan pendapat normatif. Karena, Undang-Undang (UU) mengatur calon presiden dan calon wakil presiden harus diusung oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol.

Berita Terkait : Survei Bagus Tapi Tidak Direstui Parpol, Percuma

“Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) jika tidak diusung papol. Itu aturan main di negara kita, tertulis jelas dalam konstitusi negara kita,” ujar Idris melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Karenanya, menurut dia, parpol yang ingin mendorong kadernya pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 harus memenuhi syarat kontestasi dengan membentuk beberapa poros koalisi. Melalui koalisi tersebut, gabungan parpol dapat mengusung kader sendiri sebagai capres maupun cawapres.

Berita Terkait : Amerika Sudah Publikasikan Penelitian Cacar Monyet, Indonesia Kapan?

“Melihat situasi yang berkembang saat ini, peta bakal capres dan cawapres, berpotensi melahirkan tiga atau empat poros. Kondisi itu akan memberi ruang bagi kader-kader parpol untuk diusung sebagai capres atau cawapres di Pemilu 2024,” jelas dia.

Idris mengajak seluruh elemen bangsa meninggalkan pola lama. Capres atau cawapres yang akan maju pada kontestasi mendatang, tidak boleh sekadar mengandalkan popularitas dan elektabilitas dalam pesta demokrasi.

Berita Terkait : DPR Bentuk Pansus Gabungan

“Dengan demikian, capres dan cawapres merupakan kader parpol yang sangat memahami platform perjuangan partai, serta siap mengabdikan diri untuk bangsa dan negara,” tegas dia.

Idris mengatakan, masuknya kader-kader terbaik parpol pada Pilpres mendatang akan menjadikan kontestasi tersebut sebagai ajang adu gagasan.
 Selanjutnya