Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BI Naikkan Suku Bunga Acuan
Darmadi: Barengi Dengan Reformasi Kebijakan Fiskal
Minggu, 23 Oktober 2022 07:50 WIB
Sebelumnya
Dia pun berharap, hasil riset Ben Bernanke cs dapat menjadi refleksi bagi Pemerintah bersama BI dalam mengatasi ancaman krisis finansial dan resesi global ini. Dalam hal ini, Pemerintah dan BI perlu melakukan reformasi kebijakan fiskal.
“Apa yang dikatakan para peraih Nobel ekonomi tahun ini mestinya jadi refleksi kita. Bagaimana sistem keuangan konvensional selama ini ternyata mengandung high risk,” sambung pakar ekonomi kerakyatan ini.
Menghadapi ancaman krisis keuangan, lanjutnya, hal pertama yang harus dibenahi terlebih dahulu yaitu sektor perbankan. Ini penting untuk mencegah terjadinya keruntuhan bank yang dapat memicu krisis keuangan sebagaimana hasil riset Bernanke cs.
Baca juga : BUMN Jadi Kunci Transformasi Keuangan Digital Negara
“Bank rush adalah alasan yang menentukan krisis menjadi begitu parah dan mengakar,” urainya.
Karena itu, Darmadi menekankan, kenaikan suku bunga acuan bisa berdampak ke mana-mana. Termasuk ke perputaran kredit yang berpotensi mengalami pelambatan.
“Perputaran kredit adalah ruh atau fondasi utama bergeraknya roda perekonomian suatu negara. Jika sektor kredit stuck, jelas ini alarm bagi semua,” jelasnya.
Baca juga : Nelayan Sulsel Ajak Warga Kepulauan Saugi Mengoptimalkan Hasil Tangkapan
Darmadi lalu menyarankan Pemerintah mengeluarkan formulasi kebijakan yang berbasis pada ketahanan ekonomi rakyatnya. Terutama terkait kebijakan di sektor pangan dan energi perlu dibuat secara fleksible agar laju inflasi bisa diminimalisir.
Ruang fiskal juga perlu diperketat dengan mengeluarkan program-program yang tidak begitu urgen. “UMKM kita perlu di-backup total agar roda ekonomi tetap berputar,” paparnya.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan BI memutuskan menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin atau 0,50 persen menjadi 4,75 persen. Dengan demikian, suku bunga deposit facility naik 50 bps menjadi 4 persen dan lending facility naik 50 bps menjadi 5,5 persen. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya