Dark/Light Mode

Optimalkan Semua Potensi Hadapi El Nino Di Tanah Air

Rabu, 26 Juli 2023 22:30 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Puncak Ancaman El Nino di 2023, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (26/7). (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Puncak Ancaman El Nino di 2023, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (26/7). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Pangan Nasional, Rachmi Widiriani mengungkapkan ada empat hal yang harus diantisipasi dalam kaitan ketersediaan pangan yaitu kondisi geopolitik, perubahan iklim, perubahan kebiasaan konsumen pangan, dan peningkatan penyebaran penyakit hewan ternak.

Melihat perkiraan ancaman El Nino itu, Rachmi berpendapat, langkah antisipasi harus segera diambil agar tidak terjadi gangguan ketersediaan pangan.

Badan Pangan Nasional, ujar dia, bertugas memperkuat cadangan pangan di tingkat pusat dan daerah. Jangan sampai, tegas Rachmi, terjadi kerawanan pangan. Status ketahanan pangan di Indonesia, ujar Rachmi, berada pada posisi 63 dari 113 negara.

Baca juga : Ganjar Pranowo Optimalisasi Potensi EBT Dan Energi Hijau Di Jawa Tengah

Sejumlah upaya yang dilakukan Badan Pangan Nasional dalam mengupayakan ketahanan pangan, tambah dia, antara lain menggelar bazar pangan murah dan penguatan cadangan pangan, agar harga pangan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Menurut Rachmi, pada 2022 prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan atau Prevalence of Undernourishment (PoU) Indonesia yaitu proporsi dari suatu populasi tertentu dengan konsumsi energi sehari-hari dari makanan tidak cukup untuk memenuhi tingkat energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif dan sehat, tercatat 10,21 persen.

Padahal, ujarnya, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional pada 2023 prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan ditargetkan hanya 5 persen.

Baca juga : Dukungan Semakin Meluas, Ganjar Milenial Hadir Di Sulteng

Rachmi mengungkapkan dengan kondisi tersebut, setiap ada peringatan dari BMKG pihaknya juga ikut mengkoordinir antar kementerian dan lembaga terkait dalam menjaga ketersediaan pangan.

Rachmi juga mendorong pemanfaatan pangan lokal di setiap daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ketua MPBI, Avianto Amri berpendapat terkait sejumlah potensi ancaman perubahan iklim itu kita bisa saja bersikap bahwa semua kondisinya aman dan tenteram, tetapi kita juga harus bersiap pada skenario terburuk.

Baca juga : Cakep Nih, Rekening Parpol Mau Diperiksa

Menurut Avianto, musim kemarau tidak bisa dicegah, yang bisa diantisipasi adalah dampaknya. Langkah penting menghadapi El Nino, tambah Avianto, adalah bagaimana informasi terkait iklim dan cuaca dapat disampaikan dan dipahami dengan baik oleh masyarakat, termasuk dampak dan risikonya.

Upaya mendorong partisipasi generasi muda dalam penyebaran informasi cuaca, menurut dia, merupakan langkah strategis mengingat dekatnya kelompok milenial dengan gawai dan informasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.