Dark/Light Mode

Antisipasi Kekeringan Berkepanjangan

Yuk, Jaga Produksi Pangan

Jumat, 28 Juli 2023 07:25 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kanan) bersama Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (kedua kiri) dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi (kanan) saat panen raya padi di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/7).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kanan) bersama Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (kedua kiri) dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi (kanan) saat panen raya padi di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/7).

 Sebelumnya 
Menurutnya, sebagian besar suplai pangan di Jateng juga merupakan hasil produksi petani di wilayah Semarang.

“Saya berharap Jawa Tengah tangguh dan perlu mengantisipasi apa saja yang menjadi kenda­la produksi. Dan atas perintah Bapak Presiden, kita harus siap mem-backup semua ini,” katanya.

Dia mengatakan, salah satu yang perlu dilakukan saat ini adalah mempercepat proses tanam 1.000 hektare di semua daerah. Termasuk membagi zona hijau, kuning dan merah untuk saling menguatkan ketersediaan pangan di masing-masing wilayah.

Baca juga : Gardu Ganjar Bersihkan Irigasi Dan Beri Bantuan Ke Kelompok Tani Di Pandeglang

“Kita harus perkuat agar produksi dilakukan setiap wak­tu,” ajaknya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Semarang Hevearita Gu­naryanti Rahayu mengatakan, saat ini Semarang memiliki lahan les­tari seluas 2.000 hektare dan lahan produktif seluas 30.000 hektare. Sementara Poktan di Semarang berjumlah 115 poktan dan kelom­pok peternak sejumlah 110.

“Kami juga menyampaikan kalau biosaka mempunyai man­faat yang sangat luar biasa ter­hadap produksi. Saat ini harga gabah di petani mencapai Rp 5.000 per kilogram dan luas tanam di Kota Semarang mencapai 3.749 hektare,” ungkapnya.

Baca juga : Gibran Masih Berpeluang Dukung Prabowo, Ini Analisanya

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi me­nambahkan, panen padi organik ini menunjukkan hasil maksimal. Rata-rata, produktivitas di Keca­matan Mijen ini mencapai tiga kali dalam setahun, alias sudah menerapkan pola tanam IP300.

Anggota Poktan Ayam Ten­ang, Jaimin mengatakan, selama ini penggunaan pupuk organik yang dipadukan dengan pe­nyemprotan biosaka mampu menjaga tanaman padi jauh lebih sehat dan subur. Selain itu, pu­puk organik juga bisa menekan penggunaan pupuk kimia yang kini mulai langka.

Jaimin berharap, Pemerintah terus melakukan pendampin­gan dan memberi bantuan agar produksi di wilayahnya mampu memenuhi kebutuhan lokal mau­pun nasional.

Baca juga : Inovasi Teknologi Pertamina Dukung Target Produksi 1 Juta Barel Per Hari

“Alhamdullilah, selama 3 periode ini kami sudah memakai organik dan mudah-mudahan bisa menular dari teman-teman lainnya. Apalagi organik ini makin lama hasilnya makin banyak,” ujarnya, bangga.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 28/7/2023 dengan judul Antisipasi Kekeringan Berkepanjangan, Yuk, Jaga Produksi Pangan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.