Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Putu Rudana Pimpin Komite Organisasi di Sidang Umum AIPA, Ini Hasilnya
Rabu, 9 Agustus 2023 14:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Desk Regional Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana memimpin Komite Organisasi dalam rangkaian Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), di Jakarta. Dalam komite ini, ada dua hal penting yang dibahas.
Pertama, dibentuknya task force yang akan mengawal digital law library untuk AIPA. “Bersama komite organisasi, kami baru selesai membahas mengenai dibentuknya task force yang akan mengawal digital law library untuk AIPA," ucapnya, di Jakarta, Rabu (9/8).
Kedua, membuat mekanisme khusus untuk negara-negara yang ingin menjadi observer di AIPA. "Karena banyak negara yang ingin menjadi observer di AIPA, kita harus membuat rumusan atau mekanisme yang jelas untuk menerima negara lain menjadi observer,” terang Putu.
Menurut anggota Komisi VI DPR ini, saat ini Asia Tenggara merupakan kawasan yang menjadi magnet dunia. Awalnya ASEAN tidak dilirik, tapi sekarang menjadi daya tarik utama dari kekuatan-kekuatan besar di seluruh dunia.
Baca juga : Hadiri Sidang Umum AIPA, Ibas Ajak Parlemen ASEAN Bisa Saling Memahami
"Tentu, banyak sekali negara-negara yang ingin engage atau terlibat di sini (AIPA) untuk masuk dan mendapatkan memengaruhi kebijakannya di negara-negara ASEAN. Kita tidak perlu khawatir, yang terpenting bagaimana negara-negara ASEAN solid, memiliki satu komitmen unity dalam mengawal segala kepentingan bersama," ucapnya.
Putu melanjutkan, ASEAN centrality, ASEAN unity, dan solidity harus menjadi komitmen bersama. "Jadi, kalau perlu sekarang kita jangan hanya menunggu. Sekjen bersama dengan seluruh anggota AIPA harus bergerak untuk 'menjemput bola', bagaimana mitra-mitra atau negara lain yang ingin engage dengan Indonesia agar bisa masuk segera. Karena kita memang tidak menunggu mereka mengirim surat untuk menjadi observer, tapi kita yang menghadirkan negara-negara yang dapat memberikan kontribusi keamanan, perdamaian, kesejahteraan dan peningkatan segala bidang di kawasan ASEAN,” jelas dia.
Saat ini, AIPA ASEAN memiliki 20 observer. Dari 20 observer ini, yang hadir pada Sidang Umum ke-44 AIPA di Indonesia ada 14 negara, 6 lainnya absen.
Mengenai observer baru, Komite Organisasi, menyetujui penambahan tiga negara lagi, yaitu tiga parlemen daru Kuba, Turki, Armenia. Dari 20 negara observer, sekarang menjadi 23 negara. "Kita harapkan kehadiran mereka atau kontribusi mereka dengan tujuan untuk mengawal keamanan dan perdamaian di kawasan ASEAN,” ungkapnya.
Baca juga : Pemuda Dorong Optimalisasi Cadangan Migas Indonesia
Selain itu, kata Putu, anggota AIPA di Komite Organisasi ini juga mengusulkan dan menyetujui adanya perubahan lirik lagu AIPA. Saat ini, memang lirik lagunya sudah cukup lama dibuat sehingga perlu pembaharuan mengingat akan bertambahnya negara ASEAN dan anggota AIPA.
“Kita temukan satu komitmen bersama, semua setuju tapi kami sedang godok. Ada tim ad hoc yang sedang membuat lirik lagunya, yang saat ini memang cukup lama ya lagu itu, karena akan ada penambahan anggota ASEAN. Mungkin Timor Leste akan masuk sehingga harus diubah liriknya,” jelas legislator asal Bali ini.
Putu mendorong perempuan dan anak muda serta seluruh anggota AIPA dapat terlibat dalam pembuatan lagu AIPA. Dengan harapan, semangat AIPA sekarang dan ke depan menjadi kekuatan yang besar, tentunya penarik dari seluruh kekuatan yang ada di luar.
“Tentu kita harus siap untuk mengawal engagement kita dengan negara-negara lain yang ingin masuk untuk peningkatan kesejahteraan kawasan ASEAN. Harapannya juga lebih energik dan menunjukkan bagaimana mereka mau berjuang untuk kawasan ASEAN ini,” ungkapnya.
Baca juga : BP2MI Tutup Aplikasi Sistem Komputerisasi PMI, Migrasi Ke SIAPkerja
Hal lainnya, sambung Putu, ada resolusi yang memberikan posisi pada parlemen muda, yang awalnya hanya sebuah forum biasa sekarang sudah menjadikan komite khusus. Menurutnya, draf resolusi sudah berhasil mengadopsi atau meng-approve bahwa Young Parliamentary atau parlemen muda sudah menjadi komite khusus di AIPA.
“Memang dijelaskan yang dimaksud dengan parlemen muda adalah minimal delegasi satu orang harus usianya di bawah 45 tahun, dan jika ada 3 delegasi, maka 2 delegasi boleh melampaui umur 45 tahun. Tapi, jika parlemen negara tersebut memiliki parlemen muda, tentu mereka bisa lebih maksimal di dalam pertemuan forum-forum pemuda tersebut,” kata Putu.
Beri Apresiasi ke Puan
Ketua DPR Puan Maharani bersama Ketua Desk Regional BKSAP DPR Putu Supadma Rudana
Berikutnya, Putu mengatakan ada satu draf resolusi lainnya, bahwa seluruh peserta, baik anggota AIPA maupun observer, memberikan apresiasi kepada Presiden dan Chair Sidang Umum ke-44 AIPA. Bahkan, sudah diputuskan dan menjadi sebuah resolusi untuk mengapresiasi Ketua DPR Puan Maharani atas kepemimpinannya sebagai Chair dan Presiden AIPA 44th.
“Tentu, ini suatu hal yang membanggakan. Karena apa? Karena memang parlemen Indonesia dalam isu kesetaraan gender juga menghadirkan Pimpinan Parlemen atau Ketua DPR dari perempuan. Memang ini justru menjadi kekuatan kita, karena kita sudah memiliki ketua parlemen perempuan yang memang isu kesetaraan gender ini menjadi isu utama pembahasan baik tingkat asean maupun tingkat global,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya