Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ketua YLKI, Indah Sukmaningsih berpendapat belum tertariknya sebagian besar masyarakat terhadap kendaraan listrik, karena belum teredukasi dengan baik.
Selain itu, ujar Indah, konsumen juga akan menyesuaikan dengan daya belinya untuk memutuskan membeli kendaraan listrik. Indah sangat berharap sejumlah pertanyaan masyarakat terkait kendaraan listrik, yang menimbulkan keraguan, harus segera dijawab dengan baik.
Baca juga : Tebar Kebaikan, Orang Muda Ganjar Dan 2 Komunitas Bangun Jalan Di Semanding Tuban
Anggota Komisi VII DPR RI, Rian Firmansyah berpendapat upaya peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik bisa belajar dari konversi minyak tanah ke gas, yang hingga kini masih kerap terkendala masalah distribusi.
Rian berpendapat kesiapan regulasi yang mendukung secara simultan harus dibarengi komitmen untuk memperluas infrastruktur pendukung kendaraan listrik, seperti antara lain jumlah dan sebaran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Baca juga : Kabar Gembira, KAI Berikan Diskon 20 Persen Harga Tiket Untuk Disabilitas
Ketua Umum Forum Wartawan Otomotif Indonesia, Indra Prabowo berpendapat upaya mendorong pemanfaatan kendaraan listrik di tanah air selain menciptakan peluang bagi industri otomotif, sekaligus menebar kecemasan bagi masyarakat calon pengguna kendaraan listrik.
Apalagi, ujar Indra, secara operasional kendaraan listrik saat ini masih dinilai belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat karena sejumlah kendala.
Baca juga : YLKI Puji Penggunaan Kendaraan Listrik Dalam KTT ASEAN
Seperti, tambah dia, relatif lamanya waktu pengisian baterai jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil, masih mahalnya harga beli kendaraan listrik dan masih terbatasnya jumlah SPKLU.
Belum lagi, jelas Indra, soal keselamatan bila kendaraan listrik itu bermasalah. Berdasarkan hal tersebut, Indra berpendapat, diperlukan edukasi yang komperhensif terkait pemanfaatan kendaraan listrik di tanah air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya