Dark/Light Mode
Kepala Daerah Doyan Dinas Pakai Helikopter
Ingat Bro, Duit Negara Sekarang Lagi Cekak Lho
RM.id Rakyat Merdeka - DPR dan para pengamat kebijakan publik menyoroti penggunaan helikopter untuk keperluan dinas para kepala daerah.
Hal ini menyusul polemik Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin yang menggunakan kendaraan helikopter untuk keperluan dinas dan kunjungan kerja ke Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/8/2023). Padahal sebelumnya, dia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel defisit Rp 1,5 triliun sehingga terancam bangkrut.
Baca juga : Relawan Pena Mas Ganjar Dicurhati Sopir Angkutan Umum Di Kota Semarang
Wakil Ketua Komisi II DPR Syamsurizal mengatakan, memang tidak ada ketentuan yang mengatur bagi para kepala daerah untuk menggunakan helikopter untuk keperluan memperlancar tugasnya. Namun seyogyanya, penggunaan helikopter ini betul-betul memperhatikan urgensi dan efisiensi.
Pertimbangan tersebut, sambung politisi PPP ini, antara lain, daerah yang akan dikunjungi sulit dijangkau jika melalui jalur darat atau akses umum lainnya. Kemudian kegiatan tersebut mendesak dilakukan sementara waktunya sangat mepet.
Baca juga : PKB Pakai Pengepungan, PDIP Andalkan Bertahan Dan Serangan Balik
“Atau bisa juga daerah itu tidak bisa dikunjungi lantaran terjadi bencana sehingga harus difasilitasi untuk urusan kenegaraan, sebagai upaya mencarikan solusi,” katanya.
Menurutnya, jika pertimbangan-pertimbangan di atas jadi dasar untuk menggunakan helikopter, maka tentunya hal ini diperbolehkan. “Terkecuali, kepala daerah itu gunakan helikopter untuk foya-foya, kegiatan tidak terlalu penting dan waktunya masih longgar. Ini yang perlu kecerdasan dari kepala daerah untuk gunakan anggaran daerah itu seefisien mungkin,” wantinya.
Baca juga : Dave Minta Publik Sabar Menunggu Sikap Airlangga
Sementara pengamat politik dan kebijakan publik M Saiful menilai, kebijakan kepala daerah, dalam hal ini Pj Gubernur Sulsel menyewa helikopter untuk keperluan kunjungan kerja ke daerah, menyimpang dari nilai-nila etika pemerintahan yang berpihak pada rakyat. Bahkan dia menilai, Pemprov Sulsel telah kehilangan sense of crisis.
“Di tengah pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan, bahkan defisit, Pj Gubernur malah mempertontonkan model kerja yang jauh panggang dari api seperti yang pernah diucapkannya,” kata Saiful.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.