Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hilirisasi Nikel Terancam LFP
DPR Sarankan Pemerintah Cari Alternatif Energi Lain
Rabu, 24 Januari 2024 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto pesimis program hilirisasi nikel bakal terealisasi dalam jangka panjang. Pasalnya, pabrikan otomotif listrik seperti Tesla, Global Build Your Dream (BYD) yang sebelumnya membutuhkan bahan baku nikel sebagai komponen kendaraan listriknya, perlahan mulai beralih ke Lithium Ferro Phosphate (LFP) sebagai alternatif.
Darmadi menjelaskan, mengutip data dari katadata periode 2018-2022 pangsa pasar baterai LFP global naik dari 7 persen hingga 27 persen. Sedangkan baterai nikel kadar tinggi (high-nickel) turun dari 78 persen menjadi 66 persen.
Baca juga : Hilirisasi Nikel Terancam LFP, Politikus PDIP: Cari Alternatif Energi Lainnya
“Data ini menunjukkan setidaknya dalam jangka panjang, pasar akan cenderung meninggalkan Nikel. Dibandingkan Nikel, LFP secara hitungan ekonomi dan investasinya jauh lebih murah dan efisien,” kata Darmadi di Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Dengan fakta tersebut, lanjutnya, maka kehadiran LFP berpotensi menjadi ancaman serius terhadap sumber daya nikel di dalam negeri.
Baca juga : Alam Ganjar Suarakan Program Internet Gratis Dan Satu Sarjana
Kondisi tersebut tentunya dapat berdampak terhadap program hilirisasi yang tengah digembar-gemborkan Pemerintah saat ini.
“Pesimis saya program hilirisasi bakal terealisasi di tengah bermunculannya inovasi-inovasi baru dari negara-negara luar (LFP salah satunya). Pasar tidak mungkin mau serap nikel kita kalau ada alternatif lain yang jauh lebih murah cost-nya dan lebih safety dalam hal penggunaannya,” ujarnya.
Baca juga : Kuasai Tema, BPP Yakin Prabowo Bersinar Di Debat Pilpres Ketiga
Bendahara Megawati Institute ini pun mengaku sependapat dengan gagasan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Basuki menyarankan Pemerintah mulai mencari alternatif energi lain sebagai upaya mewujudkan program hilirisasi.
“Saya kira usulan Pak Ahok soal perlunya mengembangkan energi berbasis hidrogen itu sangat masuk akal. Selain ramah lingkungan, energi hidrogen juga tak terlalu mahal,” ujar politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya