Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Buka Puasa Bersama Gerak BS, Ketua MPR Ajak Perkuat Wawasan Kebangsaan

Rabu, 3 April 2024 09:38 WIB
Buka puasa bersama Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS), di Jakarta, Selasa malam (2/4). (Foto: Istimewa)
Buka puasa bersama Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS), di Jakarta, Selasa malam (2/4). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan, membangun wawasan kebangsaan di era digital seperti saat ini mempunyai tantangan yang sangat kompleks. Derasnya arus globalisasi yang ditopang pesatnya kemajuan teknologi informasi, telah mengantarkan pada era disrupsi, era digital, era 'the internet of things', dan turut menghadirkan berbagai tantangan kebangsaan yang muncul dengan berbagai dimensinya.

Menurut Bamsoet, perkembangan media informasi, media sosial dan komunikasi yang berkembang pesat telah mendorong percepatan proses diseminasi informasi yang nyaris tanpa batas. Lompatan kemajuan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua.

Baca juga : Bukber MBI, Bamsoet Ajak Perkuat Ikatan Kebangsaan Pasca Pemilu 2024

"Di satu sisi menawarkan efisiensi dan simplifikasi dalam berbagai bidang kehidupan. Namun, di sisi lain lain juga berpotensi menghasilkan residu dan dampak negatif pada dimensi kehidupan kebangsaan kita," ujar Bamsoet, dalam acara buka puasa bersama Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS), di Jakarta, Selasa malam (2/4).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, tergerusnya wawasan kebangsaan dapat dirasakan dalam berbagai bentuk sikap perilaku. Di antaranya, melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi generasi muda bangsa, tergerusnya kearifan lokal dan nilai-nilai luhur adat budaya bangsa, serta hadirnya paham-paham dan produk-produk yang dikemas menarik, khususnya bagi generasi muda.

Baca juga : Wapres Ingatkan Pengusaha

"Ancaman degradasi moralitas terhadap masa depan bangsa sangat nyata. Budaya asing dianggap lebih modern, sehingga budaya sendiri cenderung dilupakan. Lebih berbahaya nilai-nilai asing yang tidak selaras dengan karakter dan jati diri bangsa, begitu mudahnya masuk tanpa filter melalui dunia maya. Seperti budaya kekerasan, aksi radikalisme, hingga perilaku yang merendahkan nilai-nilai moralitas," kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Gerak BS ini menambahkan, membangun wawasan kebangsaan bukan sesuatu yang dapat dilakukan instan, melainkan membutuhkan proses agar benar-benar matang dan membumi. Membangun wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara masif agar dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat dan mengisi setiap ruang publik.

Baca juga : BCA Syariah Bersama BAZNAS Ajak Nasabah Berzakat Melalui Mobile Banking

"Menyikapi dinamika kebangsaan yang semakin kompleks dan terus berkembang, penting bagi semua pihak untuk mengangkat kembali kesadaran wawasan kebangsaan dari segenap elemen bangsa. Khususnya generasi muda dan kelompok usia produktif yang saat ini mendominasi komposisi demografi di Indonesia," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.