Dark/Light Mode

Genjot Kompetensi Tenaga Kerja

Optimalkan Pelatihan Di BLK

Sabtu, 5 Juli 2025 07:35 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Putih Sari.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Putih Sari.

 Sebelumnya 
Sementara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan transformasi pelatihan berbasis proyek atau project-based learning di 41 BLK milik Kemnaker.

Pelatihan juga menjangkau 303 BLK milik Pemerintah Daerah dan lebih dari 2.400 lembaga pelatihan swasta.

Fokusnya adalah membentuk keterampilan yang benar-benar dibutuhkan di masa depan: dari smart operation dan kreatif digital, hingga agroforestry dan green jobs.

Baca juga : Kompak, KPU Dan Bawaslu Sambut Baik Putusan MK

“Green jobs, seperti pengelolaan panel surya, adalah contoh pekerjaan masa depan yang tetap relevan meskipun industri bergejolak,” katanya.

Menurut Yassierli, pelatihan seperti ini cocok untuk generasi muda yang ingin terjun ke jalur kerja anti-mainstream. Seperti content creator, smart farming, dan pengembangan AI sederhana.

Dia mengungkapkan, saat ini jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang. Dari jumlah itu, 1,01 juta adalah lulusan S1, 177 ribu lulusan diploma, 1,62 juta jebolan SMK, 2,03 juta lulusan SMA, serta 2,42 juta sisanya lulusan SD dan SMP.

Baca juga : Menteri Dody Rombak Besar-besaran Eselon I

Di tengah angka ini, pendekatan baru berbasis keahlian praktis dan pelatihan singkat dianggap sebagai solusi nyata.

“Skill singkat yang tepat sasaran bisa lebih efektif daripada pendidikan panjang yang tak relevan,” tandas Yassierli. OSP

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Sabtu, 5 Juli 2025 dengan judul "Genjot Kompetensi Tenaga Kerja, Optimalkan Pelatihan Di BLK"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.