Dark/Light Mode

Kecelakaan Pelayaran Kembali Terjadi

Komisi V Panggil Menhub

Rabu, 23 Juli 2025 07:35 WIB
Ketua Komisi V DPR Lasarus. (Foto: Istimewa).
Ketua Komisi V DPR Lasarus. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Syaiful juga menilai, kecelakaan ini menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan. Hal ini tidak bisa terus dibiarkan karena taruhannya adalah nyawa manusia. Kejadian ini mesti diusut tuntas.

“Agar sumber dan penyebab kebakaran diketahui. Selain itu, waktu awal kebakaran hingga proses kebakaran juga harus jelas dan detail,” tambahnya.

Legislator dari Dapil Jawa Barat VII ini mengapresiasi warga sekitar yang melakukan inisiatif untuk membantu penumpang kapal. Juga, tim SAR dan seluruh pihak terkait yang segera bertindak saat terjadinya kebakaran.

“Termasuk mengirimkan penumpang yang terluka ke rumah sakit,” katanya.

Baca juga : Menkop Minta Masyarakat Awasi Koperasi Desa Merah Putih

Terpisah, anggota Komisi V DPR Saadiah Uluputty mendesak langkah nyata dari Pemerintah untuk memperbaiki tata kelola keselamatan pelayaran. Dia merasakan kedukaan dan kepedihan para korban yang mengalami langsung ketakutan di tengah kobaran api dan hempasan ombak.

“Saya menyampaikan empati dan doa untuk seluruh penumpang, awak kapal, serta keluarga yang terdampak atas musibah ini,” ucap legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah Kepulauan Maluku itu.

Dia mengatakan, kecelakaan laut jangan hanya dijadikan catatan angka statistik. Tapi mesti dijadikan evaluasi mendalam. Karena ini mencerminkan kegagalan sistem pengawasan dan perawatan moda transportasi laut.

“Ketika penumpang harus melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kapal yang terbakar, itu menandakan ada yang sangat keliru dalam sistem kita,” ujarnya.

Baca juga : Kopdes Solusi Masalah Perekonomian Rakyat

Dia meminta agar seluruh otoritas terkait mengevaluasi total sistem kelayakan perizinan pelayaran, serta kesiapan darurat di setiap rute transportasi laut.

Selain itu, Basarnas dan instansi terkait diminta memberikan pertolongan maksimal kepada para korban, termasuk dukungan psikologis.

Dia bilang, insiden ini tidak boleh jadi berita musiman yang cepat dilupakan. Ini harus jadi momentum perubahan menuju sistem pelayaran yang lebih profesional dan berkeadilan. Khususnya bagi masyarakat di daerah kepulauan.

“Kita tidak bisa terus membiarkan warga di daerah terpencil bertaruh nyawa demi bepergian atau berdagang lewat laut,” tegasnya.

Baca juga : Pemerintah Genjot Akses Kerja Layak Kaum Hawa

Dia juga memastikan akan terus mengawal isu keselamatan transportasi laut di parlemen. Harus ada sinergi semua pihak agar tragedi serupa tak lagi terulang, dan laut Indonesia benar-benar menjadi jalan kehidupan. “Bukan jadi ladang bencana,” tutupnya. PYB

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Rabu, 23 Juli 2025 dengan judul "Kecelakaan Pelayaran Kembali Terjadi Komisi V Panggil Menhub"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.