Dark/Light Mode

Nilai Ekspor Naik 100 Persen

Nurdin Halid Optimistis Neraca Perdagangan dengan Australia Bisa Surplus

Senin, 11 Agustus 2025 21:02 WIB
Foto: Oktavian/RM.
Foto: Oktavian/RM.

 Sebelumnya 
Keenam, kesadaran dan komitmen kuat hubungan bilateral Australia-Indonesia sebagai dua negara besar bertetangga.

Di mata Australia, posisi peran Indonesia sebagai negara tetangga terbesar di bagian Utara sangat penting dari aspek geostrategi maupun geoekonomi.

Dari aspek geoekonomi, Australia berkepentingan dalam hal kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Baca juga : Perkuat Ekonomi Daerah, Dharma Jaya Optimalisasi Pengembangan Rencana Bisnis

Sebab, Indonesia yang maju dan masyarakatnya yang sejahtera akan ikut mendongkrak investasi maupun ekspor mereka ke Indonesia.

Perjanjian IA-CEPA adalah wujud nyata dari kesadaran dan komitmen kedua negara untuk berkembang dan maju bersama.

Selama 5 tahun ini, IA-CEPA mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi yang menciptakan peluang besar bagi kemakmuran dan ketahanan ekonomi bersama Indonesia dan Australia.

Baca juga : INDEF: Pemerintah Harus Segera Negosiasi Perdagangan Dengan AS

“Hal ini memperkuat posisi kedua negara sebagai mitra utama di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Dubes Australia untuk Indonesia, Rod Brazer, dalam perayaan 5 tahun IA-CEPA di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Senada dengan Brazer, Nurdin Halid berharap, Pemerintah bekerja keras mengoptimalkan kemanfaatan IA-CEPA di tengah tensi geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global.

IA-CEPA memberikan kepastian bagi pelaku usaha Indonesia, baik swasta besar dan BUMN maupun UMKM dan koperasi. Nurdin menilai, Australia sudah bisa memanfaatkan itu dengan baik.

Baca juga : Sidak Ke Pasar Kramat Jati, Nurdin Halid: Stok Bahan Pangan Cukup, Harga Stabil

“Selain mencatat surplus dalam hal ekspor, realisasi investasi Australia di Indonesia tahun 2024 mencapai Rp 11,09 triliun, tumbuh 37 persen dari tahun sebelumnya,” tuturnya.

“Jadi, ini tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk lebih agresif agar neraca perdagangan bisa surplus, minimal lebih seimbang,” pungkas Nurdin. ​​​​​​

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.