Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Naik 300 Persen, Ratusan Pedagang JPM Tanah Abang Mogok Bayar Sewa Kios
Kamis, 17 Oktober 2024 18:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ratusan pedagang Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Stasiun Tanah Abang kembali melakukan protes, Kamis, (17/10/2024). Aksi serupa sempat dilakukan pada Kamis pekan lalu. Mereka protes kenaikan harga sewa kios atau service charge yang melonjak drastis dan penyegelan kios.
Biaya sewa yang semula Rp 560 ribu per bulan menjadi Rp 1.443.000. Akibat naik hampir tiga kali lipat, 300 pedagang tidak bisa membayar sewa dan kiosnya disegel. Saat itu, Staf Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Perumda Sarana Jaya Donni Setiawan mengizinkan pencabutan segel.
Soal tuntutan penurunan tarif service charge, Donni menyatakan, pihaknya belum dapat memutuskan dan akan melakukan kajian. Donni meminta waktu seminggu.
Baca juga : Naik 300 Persen, Tarif Sewa Kios JPM Tanah Abang Diprotes Pedagang
"Pada waktunya nanti, kami akan mengundang perwakilan bapak-ibu untuk diskusi," kata Donni.
Seminggu menunggu kepastian, 446 pedagang JPM Stasiun Tanah Abang harus gigit jari. Sebab tuntutan service charge Rp 800 ribu per bulan tidak dikabulkan. Perumda Sarana Jaya hanya menurunkan Rp 50 ribu, atau menjadi Rp 1.393.000.
Kecewa dengan keputusan tersebut, ratusan pedagang yang mayoritas ibu-ibu protes. Mereka membentangkan kertas berwarna kuning berisi unek-unek dan keluhan. “Pasar sepi service charge tinggi. Parah!”, “Keadaan sulit, jangan bikin sulit”, “Bapak Andira Reoputra (Direktur Utama Perumda Sarana Jaya) yang terhormat, bapak jangan egois!” dan “Kupikir cinta yang tidak ada kepastian, ternyata service chas jutaan”.
Baca juga : LPOI Minta Aturan Dan Undang-undang Tambang Harus Jelas
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tanah Abang Jimmy Rory menuturkan, pihaknya sudah bersabar menunggu kebijakan Sarana Jaya. Namun dalam pertemuan Rabu (16/10/2024) keputusan yang diambil Sarana Jaya tidak bijak.
"Kami dari bulan Januari hingga Oktober ini cuma turun Rp 50.000," kata Jimmy geram.
Meski ada penurunan, lanjut Jimmy, tarif service charge itu masih terlalu tinggi. Sangat memberatkan para pedagang. Apalagi penjualan di JPM Stasiun Tanah Abang menurun drastis. Bahkan ada di beberapa toko tidak ada pembelinya sama sekali.
Baca juga : Jemaah Haji Perempuan Sedang Haid Tak Wajib Tawaf Wada
"Kami hanya laku 1-2 potong baju. Tidak seramai dulu. Daya beli masyarakat sudah turun," ujarnya.
Jika Sarana Jaya keukeuh hanya menurunkan sewa kios Rp 50 ribu, Jimmy bilang, para pedagang sepakat tidak akan membayar service charge.
"Kalau mereka melakukan penyegelan, akan kami buka paksa,” tandasnya. (DRS/Fauziah)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya