Dark/Light Mode

Kunjungi Bandung, Bamsoet Dorong Ekonomi Kreatif Kaum Milenial

Minggu, 16 Februari 2020 19:27 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) saat mengunjungi pabrik MATOA, di Kompleks Setrasari, Bandung, Minggu (16/2). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) saat mengunjungi pabrik MATOA, di Kompleks Setrasari, Bandung, Minggu (16/2). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong kaum milenial untuk kreatif membuat berbagai terobosan dalam memproduksi barang dan jasa. Seperti yang ditunjukkan sekelompok anak muda jebolan Universitas Telkom Bandung di Kompleks Setrasari Bandung, yang memproduksi jam tangan kayu, MATOA. Tak hanya mampu mencuri pasar dalam negeri, MATOA juga sudah menembus pasar internasional.

"Bentuknya bagus. Nyaman dipakai. Dan yang terpenting, punya diferensiasi dan kekhasan. Banyak yang produksi jam tangan, ada yang dengam emas, berlian, bahkan permata. Tapi MATOA, memproduksi dengan kayu anti air. Lain dari yang lain," ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini saat mengunjungi pabrik MATOA, di Kompleks Setrasari, Bandung, Minggu (16/2).

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Kalangan Milenial Majukan UMKM

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia menerangkan, home industri jam MATOA yang dirintis Dimaz Raditya Soesatyo empat tahun lalu bersama tiga kawannya itu kini telah memperkerjakan karyawan mencapai 200 orang yang seluruhnya adalah anak muda. Bamsoet bangga karena jam tangan kayu buatan Bandung ini, kini tengah trend dikalangan milenial. Tidak hanya di Indonesia, tetapi di manca negara melalui penjualan online.

Menurut Dimas, home industrinya itu mampu memproduksi 100 produk per hari. Outletnya sudah ada di beberapa mall-mall besar, seperti Urban Garage di Mall Kuningan City, Jakarta. "Bandung dengan sejuta kreatifitasnya tak pernah mati melahirkan berbagai terobosan. Begitupun daerah lainnya, yang pasti juga punya banyak keunggulan. Jika anak-anak muda mulai sadar ekonomi, masa depan Indonesia bisa cerah," terang Bamsoet.

Berita Terkait : Bamsoet Puji Pidato Puan Terkait Konsep Industri 5.0

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini berpesan kepada para milenial yang baru atau sedang bergelut di dunia usaha jangan pernah takut gagal. Jika gagal, bangkit lagi, gagal lagi, bangkit lagi. Manfaatkan waktu di usia muda untuk belajar dari berbagai kegagalan.

"Tidak ada keberhasilan yang instan. Semua butuh proses. Kegagalan adalah hal biasa, pun keberhasilan juga hal yang biasa. Yang luar biasa adalah mereka yang berani memulai, berani mencoba hal baru, dan berani untuk tak berpuas diri. Seperti yang ditunjukan MATOA dengan jam tangan kayu. MATOA kini menjadi simbol bahwa memproduksi dan menjual apapun, jika diiringi dengan ketekunan dan kreatifitas, akan mendatangkan berkah. Usaha tak kan menghianati hasil," pungkas Bamsoet. [USU]