Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertunjukan 1.500 Drone hingga Immersive Show Meriahkan HUT ke-81 RI
- Penumpang Whoosh Naik 15 Persen, Capai 23 Ribu Per Hari Saat Libur Panjang
- Calon Hakim Agung Soroti Reformasi Pengadilan Pajak Di Era Ekonomi Digital
- Man United Keok dari AC Milan di Laga Pramusim 2026/27
- Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini Sulawesi Tengah, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sigit Purnomo Sambut Positif Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Minggu, 16 Agustus 2026 16:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo mengapresiasi penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang memaparkan berbagai capaian konkret pemerintah secara faktual dan berdampak langsung bagi masyarakat di lapangan.
Hal itu disampaikannya usai Sidang Tahunan MPR RI yang dirangkaikan dengan Sidang Bersama DPR-DPD RI dan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI digelar di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sigit menilai, pidato kenegaraan tahun ini memberikan dorongan optimisme karena menghadirkan bukti nyata pembangunan, mulai dari keberhasilan program Sekolah Rakyat (SR) bagi anak-anak di pulau terluar, penguatan kedaulatan energi nasional melalui B50, hingga komitmen tegas penindakan tambang ilegal.
"Pidato kenegaraan tahun ini membedakan secara nyata dibanding tahun sebelumnya. Presiden tidak hanya menyampaikan wacana, tetapi memaparkan capaian yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Baca juga : Pertumbuhan, Investasi, Dan Kekayaan Alam Harus Kembali Ke Rakyat
"Kehadiran anak-anak peserta didik Sekolah Rakyat dari kawasan pelosok dan pulau terluar seperti Manado dan NTT membuktikan bahwa negara hadir memberikan akses pendidikan gratis tanpa biaya," ujar pria yang akrab disapa Pasha ini.
Di samping itu, Sigit juga memberikan catatan kritis terkait implementasi kebijakan di tingkat akar rumput (grassroots).
Berdasarkan hasil penyerapan aspirasi saat turun ke daerah pemilihannya yakni Dapil DKI Jakarta II yang meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara, ia menemukan persoalan serius dalam sistem pendataan pengelompokan desil penerima bantuan sosial (bansos).
Dia mengungkapkan adanya keluhan masyarakat di mana warga miskin tereliminasi dari status Desil 1 (penerima manfaat) hanya karena tercatat memiliki utang pinjaman mikro.
Baca juga : Medical Check Up di Mayo Clinic AS, SBY Titip Pesan Untuk Pemerintahan Prabowo
"Di lapangan kami menerima laporan bahwa ada warga yang tidak masuk kriteria Desil 1 hanya karena memiliki pinjaman uang. Padahal utang tersebut bukan untuk barang konsumtif atau kebutuhan mewah seperti mobil dan motor, melainkan semata-mata untuk bertahan hidup dan membeli makanan esok hari. Ide besar Presiden ini harus ditunjang oleh pemutakhiran data yang konkret dan akurat agar bantuan benar-benar tepat sasaran," tegas Sigit yang juga merupakan vokalis grup band Ungu ini.
Sigit juga menggarisbawahi pentingnya dukungan alokasi anggaran yang memadai untuk penanganan bencana alam. Ia mencontohkan penanganan bencana di Sumatera Utara yang sempat terkendala operasional lantaran keterbatasan anggaran siap pakai dan armada pendukung.
Di sisi lain, merespons wacana pengoperasian moda transportasi publik terinterkoneksi menuju Kepulauan Seribu, Sigit menyambut hangat gagasan ekspansi transportasi laut yang disubsidi pemerintah agar makin terjangkau bagi masyarakat luas.
"Presiden menyampaikan bahwa pembangunan adalah sebuah long march, perjuangan panjang yang membutuhkan perbaikan dan pembenahan secara terus-menerus. Kami di Badan Pengkajian MPR RI berkomitmen mengawal agar gagasan besar pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta ditopang oleh kesiapan anggaran yang adil," tutup Sigit Purnomo.
Baca juga : Guru Besar: Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara Bisa Motivasi BUMN
Perlu diketahui bahwa dalam Sidang Tahunan MPR RI yang dirangkaikan dengan Sidang Bersama DPR-DPD RI dan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, hadir Pimpinan dan anggota MPR RI, Pimpinan lembaga-lembaga negara, para ketua umum partai politik, para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, serta para duta besar negara sahabat.
Sejumlah tokoh juga nampak hadir dalam agenda tahunan tersebut, antara lain Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-13 KH Ma’ruf Amin. Selain itu hadir juga istri Presiden RI Ke-4 Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Wakil Presiden RI Ke-9 Soraya Hamzah Haz.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya