Dark/Light Mode

Ibas: RUU Perubahan Iklim Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

Rabu, 2 September 2026 21:45 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) saat Sarasehan Kebangsaan Fraksi Partai Demokrat bertajuk RUU Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Indonesia Tangguh, Rakyat Sejahtera, Menuju Kebijakan Iklim yang Berkeadilan, Berkelanjutan, dan Berdampak bagi Rakyat di Jakarta, Senin (31/8/2026). Foto: MPR RI
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) saat Sarasehan Kebangsaan Fraksi Partai Demokrat bertajuk RUU Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Indonesia Tangguh, Rakyat Sejahtera, Menuju Kebijakan Iklim yang Berkeadilan, Berkelanjutan, dan Berdampak bagi Rakyat di Jakarta, Senin (31/8/2026). Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Adaptasi Tidak Boleh Dilupakan

Menurut Edhie Baskoro, pembahasan perubahan iklim juga tidak boleh terlalu terfokus pada upaya penurunan emisi. Indonesia perlu memberikan perhatian yang sama terhadap kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap dampak yang sudah dan akan terjadi.

Berbagai bencana seperti banjir, kebakaran, kekeringan dan kejadian cuaca ekstrem membutuhkan kesiapsiagaan serta sistem respons yang semakin kuat.

Baca juga : Emil Tetapkan Target 1 Dapil 1 Kursi Dewan

“Bukan hanya bagaimana kita mengurangi emisi, tetapi bagaimana kita juga menyiapkan rakyat dalam menghadapi dampak iklim,” jelasnya.

Karena itu, kebijakan adaptasi harus diterjemahkan hingga ke tingkat masyarakat dan daerah, sehingga ketangguhan tidak hanya dibangun di tingkat pusat, tetapi juga pada level yang paling dekat dengan masyarakat.

Riset dan Data Jadi Fondasi

Baca juga : Ibas: BKMT Punya Banyak Pintu Di Parlemen

Pentingnya penguatan riset juga disampaikan Peneliti Ahli Utama BRIN, Prof. Dr. Ir. Eddy Hermawan. Ia menilai Indonesia perlu memperkuat kemampuan riset dan pemodelan iklim secara mandiri untuk menghadapi meningkatnya kejadian iklim ekstrem.

Menurutnya, karakteristik Indonesia yang unik membutuhkan model yang mampu menghasilkan prediksi secara tepat waktu dan tepat sasaran. Indonesia tetap perlu belajar dari negara lain, tetapi setiap pendekatan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nasional.

Sementara itu, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marzuki menekankan pentingnya data dan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan.

Baca juga : Ibas: Muktamar Ke-35, NU Terus Perkuat Persatuan Dan Pengabdian

Hasil monitoring, prediksi, dan proyeksi iklim perlu diterjemahkan hingga ke level masyarakat dan daerah, terutama bagi kelompok yang paling terdampak seperti petani dan nelayan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.