Dark/Light Mode

DPD RI Beri Jempol Program Belajar Dari Rumah

Selasa, 14 April 2020 00:41 WIB
Wakil Ketua Komite III DPD RI Evi Apita Maya
Wakil Ketua Komite III DPD RI Evi Apita Maya

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite III DPD RI mengapresiasi program Belajar Dari Rumah yang ditayangkan TVRI bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program ini dinilai bisa menjadi alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang tua, selama masa belajar di rumah di tengah wabah Covid-19.

Menurut Komite III yang membidangi masalah pendidikan ini, program ini juga bisa menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses internet. Baik karena faktor ekonomi maupun letak geografis, khususnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Berita Terkait : Kemendikbud Siarkan Program Belajar di Rumah Lewat TVRI

Yang jelas, menurut Wakil Ketua Komite III Evi Apita Maya, program ini  harus menyesuaikan dan/atau merujuk pada Pasal 37 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona (UU SISDIKNAS). Sehingga materi pembelajaran terbagi dalam kluster berikut. Kluster pertama, pendidikan agama dan kewarganegaraan, diberikan dalam rangka peningkatan iman dan taqwa serta pembentukan karakter peserta didik yang cinta tanah air. Kluster kedua, matematika dan ilmu pengetahuan alam, diberikan dalam rangka peningkatan numerasi peserta didik. 

Sementara kluster ketiga, kejuruan dan keterampilan, diberikan untuk membentuk peserta didik memilki keahlian dan keterampilan. Kluster keempat, bahasa, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, diberikan dalam rangka peningkatan literasi peserta didik.

Berita Terkait : Banyak Desa Kebingungan Tangani Covid-19

Selain itu, Komite III DPD RI juga mendorong Kemendikbud untuk menambahkan program belajar di rumah yang megharuskan aktifitas fisik seperti, senam, tarian tradisional, atau melukis dan lain-lain. Hal ini agar membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani.  
 “Juga menyisipkan pesan-pesan kepada anak didik terkait dengan pencegahan penularan virus corona, seperti membudayakan hidup bersih dan selalu berada di rumah,” jelas Evi. 

Selain itu, lanjut Evi, Kemendikbud juga dapat memberikan pendidikan ketrampilan membuat masker dan hand sanitizer secara sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh. Sehingga dapat mengurangi kelangkaan masker serta hand sanitizer. [KRS]