Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jaga-jaga Pandemi Covid-19 Berlangsung Lama, Orang PDIP Usul Pemerintah Siapkan Pangan Alternatif
Jumat, 24 April 2020 14:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus meminta pemerintah segera menggerakkan BUMN pangan untuk menambah stok pangan selama masa pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Deddy setelah Presiden Jokowi memberikan sinyal pandemi Covid-19 baru bisa berakhir sekitar Desember 2020.
“Jadi, kita perlu tanam sebanyak mungkin bahan pangan dan mengumpulkan alternatif bahan pangan untuk mengantisipasi jika pandemi Covid-19 ini melanda lebih lama,” kata Deddy, melalui pernyataan tertulisnya, Jumat (24/4).
Baca juga : Pemerintah Naikkan Pangkatnya dan Beri Tunjangan Rp 330 Juta
Deddy menjelaskan, semua pihak khawatir dengan kondisi pandemi Covid-19 yang bisa berlangsung panjang. Namun, kekhawatiran itu harus diimbangi dengan usaha melakukan pencegahan agar dampak yang timbul akibat Covid-19 tidak semakin parah.
Politisi PDIP itu menyampaikan, pemerintah harus segera memobilisasi BUMN pangan agar melakukan aksi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan. Bulog, kata Deddy, juga harus memenuhi produksi beras dan sekuat tenaga menghindari impor beras.
Baca juga : Masa Covid-19, Kementan Dorong Penguatan Cadangan Pangan Daerah
“Gerakkan BUMN pangan. Tanam jagung sebanyaknya, kentang, talas, singkong, dan lain-lainnya lalu dijadikan stok atau lumbung. Mungkin ini kesempatan agar kita bisa segera mengubah kultur konsumsi beras,” ungkap Deddy.
Wakil Rakyat dari Dapil Kalimantan Utara itu mengatakan, bila perlu, pemerintah bisa menerbitkan Perppu untuk memaksimalkan usaha memproduksi kebutuhan pangan dan pangan alternatif selama masa pandemi Covid-19. “Kalau perlu segera buat perppu lumbung pangan, gunakan gudang-gudang koperasi dan lumbung desa untuk menyimpan bahan pangan,” ungkapnya.
Baca juga : Anggota DPR Dapil Jakarta Minta UMKM Dilibatkan Bikin Masker
Menurut Deddy, pemerintah pusat juga harus menggerakkan pemerintah daerah serta TNI untuk melakukan penanaman bahan pangan alternatif. Langkah ini sekaligus mengantisipasi laporan lembaga dunia World Food Program (WFP) tentang lebih dari 1 miliar orang terancam bahaya kelaparan akibat pandemi Covid-19. “Ingat, kita sudah diingatkan bahwa dunia diambang krisis pangan, ketika lebih dari 1 miliar orang terancam bahaya kelaparan,” ujar Deddy. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya