Dark/Light Mode

MA Respons Positif Gagasan Laporan Tahunan Langsung di Sidang Tahunan MPR

Selasa, 28 April 2020 17:04 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat memimpin Rapat Konsultasi melalui video conference antara Pimpinan MPR dengan MA, dari Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Selasa (28/4). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat memimpin Rapat Konsultasi melalui video conference antara Pimpinan MPR dengan MA, dari Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Selasa (28/4). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi sikap Mahkamah Agung (MA) yang menyambut baik gagasan MPR dalam memfasilitasi tujuh lembaga negara menyampaikan laporan tahunannya secara langsung kepada rakyat melalui Sidang Tahunan MPR. Mengingat 15-16 Agustus 2020 jatuh pada hari Sabtu dan Minggu, Sidang Tahunan MPR rencananya dimajukan menjadi Kamis-Jumat, 13-14 Agustus 2020.

"Jika situasi normal, Sidang Tahunan MPR diusulkan dibuat dua hari agar lebih maksimal. Sekaligus menghindari agar Presiden tidak perlu tiga kali naik turun podium untuk menyampaikan pidato kenegaraan, sebagaimana terjadi lima tahun terakhir ini. Gambaran teknisnya, pada 13 Agustus 2020, Sidang Tahunan MPR mendengarkan laporan tahunan lembaga negara, terdiri dari MPR, DPR, DPD, BPK, MA, MK, dan KY. Sedangkan di 14 Agustus akan mendengarkan laporan kinerja tahunan Presiden selaku Kepala Pemerintahan, sekaligus penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden selaku Kepala Negara dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai memimpin Rapat Konsultasi melalui video conference antara Pimpinan MPR dengan MA, dari Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Selasa (28/4).

Rapat melalui video conference diikuti seluruh Wakil Ketua MPR, yakni Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Jazilul Fawaid, Lestari Moerdijat, Hidayat Nur Wahid, Syarief Hasan, Zulkifli Hasan, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad. Jajaran Pimpinan MA juga hadir lengkap, antara lain Ketua MA terpilih Syarifuddin, Wakil Ketua MA Sunarto, Ketua Kamar Pembinaan Takdir Rahmadi, Ketua Kamar Pidana Suhadi, Ketua Kamar Agama Amran Suadi, Ketua Kamar Militer Burhan Dahlan, Ketua Kamar TUN Supandi, Ketua Kamar Pengawasan Andi Samsan Nganro, dan Ketua Kamar Perdata I Gusti Agung Sumanatha.

Baca juga : Doni Berkorban Tak Pulang Demi Yang Tersayang

Jika pada Agustus mendatang Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19, bisa saja Sidang Tahunan MPR dipadatkan satu hari dan Presiden bisa menyampaikan secara virtual dari Istana Bogor. “Semua tergantung pada kesepakatan para pimpinan lembaga negara, termasuk Presiden,” jelas Bamsoet.

Mantan Ketua DPR ini menegaskan, penyampaian laporan lembaga negara dalam Sidang Tahunan MPR merupakan laporan langsung kepada rakyat. MPR hanya memfasilitasi acara tersebut sebagaimana diatur dalam undang-undang. Jadi, bukan laporan kepada MPR. Kerena dalam forum tersebut MPR juga menyampaikan laporan tahunannya kepada rakyat.

"Sebagaimana pimpinan lembaga negara lainnya, Presiden sebagai kepala pemerintah juga menyampaikan laporan tahunannya dalam Sidang Tahunan MPR sebagaimana yang telah berlangsung selama ini setiap tanggal 16 Agustus.  Bedanya hanya pada penyampaian laporan pimpinan lembaga negara lainnya yang selama ini disampaikan secara rangkuman melalui presiden, nanti disampaikan langsung oleh masing-masing pimpinan lembaga negara,” ujar Bamsoet.

Baca juga : Bamsoet: MK Setuju Laporan Kinerja Lembaga Negara Disampaikan Langsung dalam Sidang Tahunan MPR

Melalui Sidang Tahunan MPR inilah, rakyat bisa mendengar dan mengetahui apa saja yang sudah dijalankan berbagai lembaga negara. Sehingga bisa mewujudkan transparansi dan akuntabilitas sekaligus mendewasakan demokrasi kita," urai Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menyampaikan, kehadiran Sidang Tahunan MPR yang memfasilitasi penyampaian laporan tahunan lembaga negara tak akan menggugurkan tradisi baik di berbagai lembaga negara yang juga memiliki forum tersendiri dalam penyampaian laporan tahunannya. Sebagaimana MA, yang sudah memiliki tradisi menyampaikan laporan tahunannya di awal tahun pada bulan Februari atau Maret, dengan mengundang perwakilan MA dari berbagai negara.

"Kehadiran Sidang Tahunan MPR justru akan memperkuat MA maupun lembaga negara lainnya agar laporan tahunannya bisa lebih diketahui langsung oleh para rakyat. Sidang Tahunan MPR RI yang disiarkan secara langsung oleh TV nasional maupun internasional serta saluran media sosial MPR, juga akan memudahkan rakyat mengetahui sepak terjang MA maupun lembaga negara lainnya selama setahun terakhir," terang Bamsoet.

Baca juga : Kemenag Pastikan Guru Madrasah Non PNS Dapat Tunjangan

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengungkapkan, gagasan penyampaian laporan tahunan lembaga negara dalam Sidang Tahunan MPR bukanlah ide dadakan. Melainkan sudah bergulir sejak zaman MPR dipimpin (almarhum) Taufik Kiemas sebagai Bapak Empat Pilar MPR.

"Kepemimpinan MPR saat ini meneruskan gagasan (almarhum) Pak Taufik Kiemas untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas lembaga negara kepada rakyat. Dukungan MA tersebut melengkapi dukungan serupa yang sudah disampaikan oleh DPD, BPK, MK, dan KY yang juga disampaikan dalam Rapat Konsultasi virtual dengan pimpinan MPR RI. Selanjutnya MPR akan melakukan Rapat Konsultasi virtual dengan DPR dan Presiden. Jika semua sudah bersepakat, MPR siap menyelenggarakan Sidang Tahunan baik secara virtual maupun kehadiran fisik," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.