Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wakil Ketua MPR Syarif Hasan

Bantu UMKM di Tengah Pandemi, Langkah PLN Perlu Ditiru Instansi Lain

Minggu, 3 Mei 2020 14:42 WIB
Syarief Hasan (Foto: Dok. MPR)
Syarief Hasan (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengapresiasi kebijakan PLN yang memberikan diskon tagihan listrik sebesar 50 persen hingga pembebasan tagihan selama 6 bulan kepada para pelaku industri kecil atau pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Menurutnya, kebijakan itu sangat membantu rakyat kecil yang sedang kesusahan.

Menteri Koperasi dan UKM pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berharap, agar kebijakan PLN tersebut menjadi contoh baik dan diikuti instansi-instansi lainnya. Sebab, kebijakan serupa sangat dibutuhkan dan sangat membantu pelaku UMKM. Seperti kebijakan penundaan atau pembebasan pembayaran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Berita Terkait : Kementan Beri Bantuan Pengolah Pupuk Organik untuk Petani Gunung Kidul

"Langkah-langkah kebijakan tersebut dan kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya dalam masa penanganan pandemi, menurut saya sangat besar manfaatnya bagi para pelaku industri kecil. Sebab mereka adalah salah satu elemen masyarakat yang merasakan dampak serta tekanan besar akibat Covid-19," kata politisi senior Partai Demokrat ini, Minggu (3/5).

Syarief mengungkapkan, dalam upaya penanganan pandemi, pemerintah telah menyiapkan anggaran stimulus ekonomi hingga Rp 405,1 triliun. Untuk itu, Syarief berharap agar stimulus ini bisa dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM yang jumlahnya hampir 60 juta.

Berita Terkait : Antisipasi Kekurangan Pangan Di Tengah Pandemi, BPIP Serukan Gerakan Menanam

Jumlah UMKM yang besar tersebut, lanjut Syarief, bisa membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan yang meningkat tajam akibat pandemi ini. "Pelaku UMKM adalah penopang ekonomi rakyat. Artinya, merekalah yang utama menggerakkan ekonomi Indonesia," tegasnya.

Dengan keberpihakan melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, Syarief berpandangan, para pelaku UMKM akan bisa bertahan dan akan menimimalisir pengangguran serta kemiskinan yang saat ini meningkat tajam akibat Covid-19. [QAR]