Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ingatkan Ancaman Covid Gelombang 2
Basarah: Jangan Buru-buru Aktifkan Sektor Pendidikan
Minggu, 31 Mei 2020 18:06 WIB
Sebelumnya
Basarah mempertanyakan, mengapa pihak-pihak yang punya otoritas dalam dunia pendidikan harus terburu-buru meninggalkan cara belajar virtual untuk seluruh jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi. ‘
"Mari bersama-sama kita kaji secara mendalam dulu soal ini, sebelum mengambil keputusan penting. Jangan sampai, kita menyesali keputusan kita sendiri di masa depan,’’ tandas politikus yang pernah mengenyam pendidikan pascasarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia Jakarta pada 1998 – 1999 ini.
Baca juga : Puan: Jangan Buru-buru Laksanakan New Normal
Basarah menyampaikan, model pendidikan jarak jauh yang sudah dipersiapkan secara bertahap dan matang sebelumnya, termasuk mempersiapkan infrastruktur pendukungnya, hendaknya dijadikan priotitas di saat pandemi Covid-19 ini.
Dia berpendapat, pengalokasian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk beli pulsa dan lain-lain masih perlu diteruskan sampai situasi benar aman dari wabah Covid-19.
Baca juga : Sukur: Jangan Tularkan Virus Covid Ke Kampung Halaman
Semua pihak tidak perlu terburu-buru melakukan aktivitas pembelajaran dengan tatap muka langsung.
“Pembelajaran jarak jauh masih tepat dilakukan saat ini. Sambil mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia berkurang atau aman. Perlu sabar menunggu, hingga situasi benar-benar aman. Khususnya, untuk sektor pendidikan. Sektor ini hendaknya menjadi yang terakhir diaktifkan kembali ke kondisi The New Normal. Kita juga bisa mengambil pelajaran dari sektor pendidikan di Korea Selatan, yang akhirnya harus memakai daring lagi, setelah sebelumnya diberlakukan kondisi semacam The New normal,” pungkas Basarah. [QAR]
Baca juga : Rerie: Pengobatan Covid-19 Jangan Kesampingkan Penyakit Lain
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya