Dark/Light Mode

Rerie: Pengobatan Covid-19 Jangan Kesampingkan Penyakit Lain

Jumat, 15 Mei 2020 09:08 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto: Instagram)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - MPR mengingatkan pemerintah, agar tak mengabaikan pengobatan terhadap penyakit selain Covid-19. Sebab, ketersediaan dan stabilitas harga obat bagi penderita non Covid-19 saat ini cukup terganggu. 

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan, saat ini penderita penyakit autoimun, kanker dan sejumlah penyakit non Covid-19 lainnya terkendala dalam melakukan pengobatan. Padahal, penyakit selain Covid-19 juga penting untuk diobati.

“Ketersediaan dan akses untuk berobat bagi penderita penyakit autoimun dan kanker misalnya, kerap kali terganggu saat ini," ujar Lestari yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Rabu (13/5).

Baca juga : WHO: Corona Nggak Akan Pernah Minggat

Di masa pandemi Covid-19 ini, menurut Rerie, selain terbatasnya jumlah dokter spesialis onkologi untuk penderita kanker, jam praktik dokter spesialis lainnya juga dikurangi. Akibatnya, penderita penyakit nonCovid-19 lainnya juga terkendala untuk berobat.

Kendala lainnya, tambah Legislator Partai NasDem itu, ada sejumlah obat bagi penderita non Covid-19 seperti chloroquin, hydroxychloroquin, vitamin D3, saat ini juga dipakai untuk pengobatan penderita Covid-19. 

"Saya berharap, sejumlah obat itu ketersediaannya cukup dan harganya tidak melambung tinggi. Karena permintaannya meningkat, setelah dipakai untuk pengobatan Covid-19,"' ujar Rerie.

Baca juga : Pandemi Covid-19 Jadi Momen Dongkrak Bisnis Hortikultura

Begitu juga untuk ketersediaan dokter spesialis di rumah sakit. Rerie berharap, ada pengalokasian sejumlah rumah sakit nonrujukan Covid-19, yang memberikan layanan dokter spesialis untuk melayani penderita nonCovid-19.

Wabah Covid-19 di Tanah Air, juga mengganggu jadwal pemberian vaksinasi pencegahan kanker serviks bagi pelajar di sejumlah kota. Sehingga, Rerie meminta, pemerintah segera melakukan evaluasi untuk menata kembali program vaksinasi HPV tersebut.

Rerie berharap, pemerintah tetap memberi perhatian pada sejumlah pengobatan bagi penyakit nonCovid-19. Ia berpandangan, sebelum Covid-19 mewabah di Tanah Air, sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke dan kanker tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Baca juga : Di Tengah Covid-19, Kinerja BRI Makin Moncer

"Bila proses pengobatan sejumlah penyakit itu terganggu, saya khawatir akan menambah tingkat kematian di masa pandemi Covid-19," pungkasnya. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.