Dark/Light Mode

Anggota Komisi I DPR Minta Kemenhan Dan TNI Dalami Investigasi Heli MI-17

Senin, 15 Juni 2020 12:06 WIB
Willy Aditya
Willy Aditya

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR Willy Aditya menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Lettu Vira Yudha dan lima anggota TNI lainnya, atas musibah jatuhnya Heli MI-17 di Kendal, 6 Juni lalu.

Politisi  Partai Nasdem itu meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI memperdalam investigasi.

“Semoga keluarga para korban diberi kekuatan. Masih ada tiga korban dalam perawatan dan harus benar-benar diperhatikan. Kejadian ini sangat penting untuk diinvestigasi mendalam penyebabnya,” ujar Willy kepada RMco.id.

Berita Terkait : Puan: Paripurna DPR Konsisten Patuhi Protokol Kesehatan

Menurut dia, Kemenhan dan TNI perlu memberi perhatian kepada keluarga korban heli jatuh, selain berkenaan dengan penyelidikan atas jatuhnya heli asal Rusia tersebut. Pasalnya, para korban merupakan harapan keluarga yang telah mendedikasikan hidupnya bagi negara. 

“Setiap Anggota TNI yang sakit dan meninggal dalam tugas harus menjadi perhatian institusi. Mereka bekerja untuk negara ini. Selain soal asuransi, perlu juga Kemenhan dan TNI memikirkan mekanisme untuk memberi kompensasi yang layak bagi keluarga korban,” sarannya.

Ketua DPP Nasdem ini menyarankan, perlunya merevitalisasi program jaminan asuransi bagi para anggota TNI, pensiunan dan anggota keluarganya. Asabri, BUMN yang sempat menghebohkan publik, perlu direvitalisasi agar menghadirkan jaminan layanan terbaik bagi TNI.

Berita Terkait : Deddy Sitorus: Penyelamatan Garuda Idealnya dengan PMN, Bukan Skema Dana Talangan

“Setelah Juli 2015, Asabri memiliki layanan yang cukup lengkap seperti layanan BPJS ditambah perumahan bahkan hingga pinjaman polis. Tapi kalau dilihat bagaimana nasib ahli waris yang ditinggalkan ini cukup menyedihkan,” katanya.

Disebutkan, nilai Rp 15 Juta bantuan pendidikan yang diberikan langsung, terbilang kecil. Pun, dengan santunan kematian sebesar Rp 17 Juta.

“Kemenhan dan TNI perlu mencari mekanisme terbaik agar para prajurit bisa konsentrasi bertugas tanpa takut jika terjadi sesuatu terhadap keluarganya jika mereka gugur di medan tugas,” ungkapnya. 

Berita Terkait : Robert: Masa Warga Kami Cuma Kebagian Limbahnya

Legislator Dapil Jatim XI ini juga meminta Kemenhan dan TNI memperhatikan sumber daya manusia selain berkenaan dengan alutsista. 

“Kita perlu alutsista yang kuat, sama seperti kita perlu para prajurit yang bekerja dengan rasa aman dan nyaman. Karena dengan rasa aman dan nyaman inilah para prajurit bisa bekerja dengan penuh komitmen, dedikasi dan prestasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, helikopter MI-17 jatuh di Kawasan Industri Kendal saat melakukan tactical manuver. Lima orang meninggal yaitu Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro, Lettu Cpn Wisnu dan Lettu Cpn Vira Yudha. [BSH]