Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ketua MPR Bentuk Bamsoet Center, Fokus Lembaga Kajian Kebangsaan
Jumat, 11 September 2020 13:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo meluncurkan Bamsoet Center sebagai lembaga think tank yang bergerak di bidang kajian dan penelitian terhadap isu ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya, demokrasi dan konstitusi. Hasil penelitiannya nanti diharapkan bisa menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang menyelimuti bangsa Indonesia.
Peluncuran dilakukan bersamaan dengan syukuran ulang tahun Bamsoet, sapaan akrab Bambang, yang ke-58, sekaligus peluncuran kanal YouTube Bamsoet Channel dan Podcast Ngompol (Ngomong Politik), serta dua buah buku, 'Jurus 4 Pilar' dan 'Solusi Jalan Tengah'. "Akta pendirian sudah didapat dari notaris Maya Erika Kusumawati, dengan Akta Nomor 31 tertanggal 31 Agustus 2020. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat Bamsoet Center akan mengadakan diskusi berkala hingga penerbitan jurnal ilmiah setiap bulan, menghadirkan berbagai narasumber berkompeten terhadap suatu isu tertentu," ujar Bamsoet, dalam peluncuran Bamsoet Center, di Jakarta, Kamis (10/9).
Baca juga : 25 Tahun Berkiprah, Foodex Fokus Kembangkan Cita Rasa Nusantara
Ketua DPR ke-20 ini mengungkapkan, Bamsoet Center diketuai Ahmadi Noor Supit (Anggota DPR periode 1992-1997, 1999-2004, dan 2014-2019). Pelaksana harian M Syamsul Rizal Dengan Sekretaris Ola Dhifla dan Bendahara Anton Rinaldi. Sebanyak 60 persen susunan kepengurusan akan diisi milenial, kaum perempuan, dan mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan para akademisi dan peneliti.
"Melalui Bamsoet Center, kita akan tampung anak-anak muda yang memiliki gagasan brilian terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Kita ingin melahirkan ide-ide cemerlang untuk membawa Indonesia terbang tinggi. Sehingga Indonesia Emas 2045 bukan sebatas gagasan manis di atas kertas. Melainkan bisa diimplementasikan secara nyata dengan tahapan yang dimulai dari sekarang," ungkap Bamsoet.
Baca juga : Kreatif! PLN Bentuk Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, di usianya yang ke-100 tahun pada tahun 2045, Indonesia sudah harus menduduki peringkat 5 pendapatan domestik bruto (PDB) terbesar dunia, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen, PDB per kapita mencapai USD 23.199, pertumbuhan peranan investasi 6,4 persen, pertumbuhan peranan industri 6,3 persen, dan pertumbuhan peranan pertanian 3,2 persen. Persiapannya harus dimulai sejak sekarang.
"Sebelum menuju ke sana, ada persoalan mendasar di depan mata yang terlebih dahulu harus diselesaikan, yakni pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Bamsoet Center akan mempersiapkan roadmap agar Indonesia bisa segera keluar dari masalah tersebut. Bamsoet Center juga akan membuat roadmap agar di masa mendatang Indonesia bisa siap menghadapi pandemi penyakit lain, yang kemungkinan besar bisa saja kembali menyerang dunia," pungkas Bamsoet. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya