Dark/Light Mode

Setahun Syahrul Menjabat Mentan

Lumayan, Dapat Rapor 7,9

Rabu, 28 Oktober 2020 07:42 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Instagram)
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin di sektor pertanian dinilai cukup baik. Kendati Nilai Tukar Petani (NTP) turun drastis dibanding tahun lalu, namun dari sisi produktivitas pertanian cukup bagus. Senayan memberikan rapor 7,9.

Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin mengatakan, kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dari dari sisi prestasi cukup bagus.“Dari sisi produksi kita kan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Desember nanti akan ada 3,5 sampai 5 juta ton stok beras. Jadi cukup baguslah menurut saya,” kata Akmal, kemarin.

Baca juga : Satu Tahun Kerja, Mentan Minta Pertajam Program Yang Sudah Berjalan

Selain itu, lanjut dia, sektor pertanian juga cukup bisa men-jadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di saat sektor lain mengalami penurunan. Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian justru tumbuh positif di angka 16 persen. Ekspor pertanian juga cukup bagus.

Hanya saja, politisi PKS ini merasa pertumbuhan di sektor pertanian ini sedikit terganggu dengan program Food Estate yang dibangun dua kementerian, yakni Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Baca juga : Catat, Ini 5 Tempat Pelayanan SIM Di Jakarta Hari Ini

Dalam program ini, Kementan bertanggung jawab untuk produksi beras, sementara Kemenhan untuk produksi singkong.“Maksud saya, jangan sampai kita terlalu fokus anggaran ke sana, sementara kita melupakan anggaran penguatan untuk petani-petani kecil kita. Kayak kemarin kita kekurangan pupuk wa lau akhirnya ditambah satu juta ton,” katanya.

Menurut dia, NTP saat ini mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan periode sebelumnya. Data BPS mencatat, NTP periode Januari hingga September 2019 tercatat 103,33; 102,94; 102,73; 102,23; 102,61; 102,33; 102,63; 103,22; dan 103,88. Sementara periode Januari-September 2020, NTP masing-masing sebesar 104,16; 103,35; 102,09; 100,32; 99,47; 99,60; 100,09; 100,65; dan 101,66.

Baca juga : Realisasi Bantuan Iuran JKN Capai Rp 1,9 Triliun

Bagi Akmal, stagnannya NTP ini menunjukkan taraf kesejahteraan petani belum terlalu menggembirakan, padahal subyek pembangunan pertanian saat ini menitikberatkan ke petani.“Berarti yang menikmati pem-bangunan pertanian itu bukan petani. Artinya, bisa pedagang yang mendapatkan nilai tambah dari kebijakan di sektor pertanian, sementara para petani kita cen derung tidak mendapatkan hasil maksimal,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.