Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Akmal mengatakan, NTP harus menjadi perhatian bagi Kementan untuk lebih fokus kepada petani-petani kecil, bukan ke korporasi-korporasi yang secara ekonomi bisa bertahan walau tanpa sentuhan kebijakan dari pemerintah.
Kendati penurunan NTP sebesar 0,2 persen, tidak boleh disepelekan.“Ini yang saya menjadi catatan kritis kita, bukan dari sekadar jumlah produksi tapi nasib petani. Produksi melimpah tapi pe tani kita kurang sejahtera,” katanya.
Namun demikian, selama setahun ini, Akmal menilai kinerja Syahrul Yasin Limpo memimpin Kementan sudah cukup bagus. Dia pun memberikan poin 7,5 atas kinerjanya setahun ini.
Baca juga : Satu Tahun Kerja, Mentan Minta Pertajam Program Yang Sudah Berjalan
Sementara, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ahmad Firdaus menilai, kinerja Syahrul selama setahun ini cukup mampu mengemban visi misi Presiden Jokowi, khususnya dalam pembangunan perta nian baik. Setidaknya, ada tiga catatan untuk mengukur keberhasilan Syahrul.
Pertama, Kementan mampu melakukan penguatan logistik pangan nasional. Kedua, Kementan mampu merealisasikan pengembangan korporasi petani seperti pemberdayaan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan poktan dalam integrated farming.
Dalam program ini, Kementan memfasilitasi seluruh anggota poktan dengan payung off taker supaya bisa mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bermitra dengan perusahaan benih dan perusahaan asuransi.“Catatan saya yang ketiga ada-lah Pak Mentan Syahrul mampu meningkatkan kapasitas penyuluh melalui program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kos-tratani) yang terhubung langsung dengan pusat data Agriculture War Room,” katanya.
Baca juga : Catat, Ini 5 Tempat Pelayanan SIM Di Jakarta Hari Ini
Menurut Firdaus, ketiga catatan tersebut merupakan awalan kinerja yang cukup bagus dalam mencapai tujuan jangka panjang lainya seperti ketahanan pangan dan swasembada pertanian secara nasional.
Ketiga capaian tersebut sangat bagus sekali sebagai modal awal dalam pembangunan 4 tahun ke depan. “Apalagi program korporasi petani itu kegiatanya lebih dulu dari Food Estate dan tercantum di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” katanya.
Sementara, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakur satu tahun kinerja Kementerian Pertanian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang terlibat da am pembangunan pertanian selama setahun terakhir.“Ini bukan capaian saya, tetapi semua jajaran Kementerian Pertanian. Tidak ada keberhasilan menteri, yang ada adalah keberhasilan semua jajaran yang bekerja serius ikhlas dan kerja keras,” katanya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya