Dark/Light Mode

Beri Sambutan Musprov KADIN Sumsel

Bamsoet: Setelah Vaksinasi, Tugas Berikutnya Pulihkan Ekonomi

Senin, 7 Desember 2020 16:41 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi keberhasilan pemerintah Indonesia yang telah mendapatkan pengiriman awal vaksin Covid-19 sebanyak 1,2 juta dosis dari Sinovac Biotech Ltd (China). Menurut politisi yang akrab disapa Bamsoet itu, hal ini menunjukkan kuatnya kepiawaian pemerintah dalam membangun jaringan internasional, sehingga bisa menjadi negara prioritas yang mendapatkan vaksin Covid-19.

"Vaksin tersebut kini sedang diuji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar bisa mendapatkan izin edar dan penggunaan di Indonesia. Karena situasi saat ini sedang dalam kondisi tak normal akibat pandemi Covid-19, BPOM bisa mempercepat pengujian vaksin dengan mengacu prosedur teknis izin darurat penggunaan vaksin sesuai pedoman WHO. Sehingga, tidak meninggalkan tiga aspek utama pengujian berupa keamanan, khasiat, dan mutu produk," ujar Bamsoet, saat menjadi keynote speech Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Selatan (Sumsel), secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Senin (7/12).

Acara itu diikuti banyak pihak. Selain Ketua Kadin Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin, juga ada Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani dan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Berita Terkait : Undi Give Away Ke-8 Bareng Fatur Java Jive, Bamsoet Janjikan Hadiah Mobil Kuning

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan, Inggris menjadi negara pertama yang akan melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Pfizer/BioNtTech (Amerika), dimulai 14 Desember 2020. Ratu Inggris Elizabeth II (94 tahun) dan suaminya, Pangeran Philip (99 tahun), turut divaksin dalam gelombang pertama vaksinasi tersebut.

"Di Amerika, Food and Drug Administration/FDA (sejenis lembaga BPOM) akan bersidang pada 10 Desember 2020 untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19. Bahkan, tiga mantan Presiden Amerika, yakni Barack Obama, Bill Clinton, dan George Bush juga akan divaksin, disiarkan langsung di berbagai saluran televisi, sehingga masyarakat dunia tidak ragu-ragu untuk ikut vaksinasi," jelas Bamsoet.

Ketua DPR ke-20 ini menerangkan, Indonesia melalui BPOM juga harus bergerak cepat seperti Inggris dan Amerika untuk menyelesaikan izin penggunaan vaksin Covid-19. Sehingga geliat ekonomi dan kehidupan masyarakat bisa berangsur membaik.

Berita Terkait : Bamsoet Tekankan Perlunya Pengembangan Ekonomi Digital

"Walaupun sudah ada vaksin, protokol kesehatan tetap harus disiplin dijalankan. Mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa, sehingga membutuhkan proses vaksinasi yang tidak sebentar, bisa sampai pertengahan tahun 2021," terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menekankan, setelah vaksinasi, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang tidak mudah dalam membangkitkan geliat perekonomian nasional, yang dimulai dengan terlebih dahulu membangkitkan perekonomian daerah. Karenanya, berbagai potensi yang dimiliki daerah harus digenjot semaksimal mungkin, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"KADIN Sumatera Selatan, misalnya, bisa menggenjot peluang menjadikan daerah Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat industri modifikasi otomotif. Bidang usaha ini termasuk turunan lima sektor bidang manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dari Presiden Joko Widodo dalam menguatkan Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0. Menunjukan keseriusan pemerintah dalam memajukan industri modifikasi otomotif," tandas Bamsoet.

Berita Terkait : Grand Launching ADMI, Bamsoet: Harus Mampu Tingkatkan Prestasi Atlet Balap Indonesia

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, kehadiran industri modifikasi otomotif juga akan merangsang geliat UMKM sebagai pemasok barang-barang yang dibutuhkan, seperti knalpot, jaket, dan berbagai aksesoris lainnya. Sehingga akan mampu membuka banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Perputaran uang di segmen usaha modifikasi otomotif mencapai ratusan miliar per tahunnya. Didukung semakin bertambahnya penduduk kelas menengah yang sudah mencapai 52 juta jiwa, semakin membuka potensi market bagi industri berbasis hobi seperti modifikasi otomotif," pungkas Bamsoet. [USU]