Dark/Light Mode

Syarief Hasan Minta Kampanye Gerakan Kewirausahaan Nasional Dimasifkan

Selasa, 15 Desember 2020 11:13 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan (kiri) bersama Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Layanan Informasi Setjen MPR Budi Muliawan, dalam diskusi bertema `Antisipasi Resesi Melalui Pemberdayaan UMKM` di Bogor, Senin (14/12). (Foto: Dok. MPR)
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan (kiri) bersama Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Layanan Informasi Setjen MPR Budi Muliawan, dalam diskusi bertema `Antisipasi Resesi Melalui Pemberdayaan UMKM` di Bogor, Senin (14/12). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendorong para muda (milenial) untuk menjadi entrepreneur (wirausaha). Untuk itu, dia punya turut kampanye secara masif Gerakan Kewirausahaan Nasional. Gerakan ini diyakini bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian nasional sehingga bisa membawa Indonesia melewati resesi ekonomi. 

“Gerakan Kewirausahaan Nasional perlu dimasifkan dan dikampanyekan kepada semua segmen, terutama anak-anak muda,” kata Syarief, dalam diskusi dengan media bertema “Antisipasi Resesi Melalui Pemberdayaan UMKM” di Bogor, Senin (14/12). Diskusi yang dipandu Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Layanan Informasi Setjen MPR, Budi Muliawan, ini diikuti para editor dan produser dari media cetak, online, dan elektronik.

Menurut mantan Menteri Koperasi dan UKM ini, para milenial mempunyai semangat pantang menyerah. Jika mengalami kegagalan, mereka cepat bangkit. “Kalau kita dorong anak-anak muda ini menjadi wirausaha, hasilnya akan luar biasa. Apalagi anak-anak muda sekarang melek teknologi informasi. Dengan era teknologi informasi, Gerakan Kewirausahaan Nasional sangat tepat saat ini,” katanya.

Berita Terkait : Airlangga Target 38 Proyek Strategis Nasional Di 2021

Syarief bercerita, pada 2013, dirinya pernah mengumpulkan sekitar 80 ribu mahasiswa di Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam Gerakan Kewirausahaan Nasional. Dia melihat, saat itu para anak muda sangat antusias. “Kalau satu orang menjadi entrepreneur dan mempekerjakan satu orang, maka akan membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Karena itu, Syarief meminta pemerintah untuk memfasilitasi anak-anak muda mengembangkan UMKM. “Setiap permasalahan yang dihadapi tentu harus difasilitasi, sehingga anak-anak muda betul-betul termotivasi untuk menjadi entrepreneur,” ujarnya. 

Politisi senior Partai Demokrat ini mengakui, UMKM Indonesia saat ini menghadapi banyak permasalahan. Ada banyak kendala yang dihadapi UMKM. Pertama, kendala financial. “Mereka (UMKM) sangat membutuhkan support keuangan dari mana pun. Selama ini mereka mendapat bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ini sangat membantu,” tuturnya.

Baca Juga : KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Suap Perizinan dan Properti Cirebon

Agar UMKM semakin maju, Syarief mengusulkan penaikan plafon kredit pinjaman dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. “Kalau bisa platfon KUR tanpa agunan ini ditingkatkan dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Sebab, saat ini inflasi sudah tinggi dan cost-nya juga tinggi sehingga diperlukan modal yang juga besar. Kenaikan plafon pinjaman ini akan memperkuat modal pelaku UMKM,” jelasnya. 

Kedua, persoalan pendampingan. Pelaku UMKM memiliki kekurangan dan kelemahan dalam modal, sumber daya manusia, pengetahuan dan teknologi. “UMKM harus kita damping terus. Pendampingan kepada UMKM jangan pernah berhenti. Misalnya, pendampingan dalam pembuatan produk yang sesuai keinginan konsumen,” katanya.

Pendampingan juga dilakukan dalam pemasaran baik online maupun offline. Syarief mencontohkan pendampingan pemasaran offline bisa dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan besar. Misalnya, membuat UMKM Corner di hotel-hotel dan supermarket. “Dengan UMKM Corner, maka produk UMKM bisa dikenal konsumen. Atau misalnya memasukkan produk UMKM ke hotel-hotel,” sebutnya.

Baca Juga : Pegadaian Kini Terima Gadai Jaminan Invoice

Dengan UMKM Corner dan masuknya produk UMKM ke hotel-hotel, Syarief meyakini UMKM bisa hidup dan berproduksi karena mendapat akses pemasaran. “Pada gilirannya ekonomi akan tumbuh terus. Sebab, UMKM menjadi penopang pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Selain pemasaran, UMKM juga perlu mendapat pendampingan teknologi. “Harus ada adaptasi teknologi kepada UMKM. Kalau itu semua dilakukan, saya yakin kita bisa keluar dari resesi ekonomi yang melanda kita,” ujarnya. [USU]