Dark/Light Mode

Tidak Kiri, Bukan Mentok Kanan

PBB Tegaskan Posisi Di Garis Tengah

Sabtu, 12 Desember 2020 08:50 WIB
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Prof Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Facebook)
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Prof Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Prof Yusril Ihza Mahendra menegaskan, partainya masuk ke dalam kategori Islam moderat. Tidak ke kiri, bukan juga ekstrem ke kanan. Dia meminta kepada seluruh kader PBB berikut sel partainya tetap berjuang secara moderat melalui jalur parlemen.

“Saya berharap, tidak hanya PBB, tapi juga sayap-sayap partai. Untuk bekerja keras menyosialisasikan gagasan-gagasan kepada masyarakat, kita ini adalah partai yang memilih jalan tengah,” ujar Yusril melalui jejaring YouTube PBB Channel Official, kemarin.

Dia menjelaskan, PBB secara kepartaian memilih jalan ummatan washatan atau dengankata lain, Islam moderat. Selalu menjadi penengah, ketika menghadapi masalah-masalah yang dihadapi bangsa dan negara. “Umat yang tengah-tengah, tidak ekstrem ke kiri, tidak ekstrem kanan,” tegasnya.

Pakar Hukum Tata Negara itu juga menganalisa tantangan bangsa Indonesia saat ini semakin berat. Belum lagi, kelompok moderat saat ini agak tersisih dengan kelompok-kelompok Islam garis keras. Namun, dia tidak menyebutkan siapa saja kelompok garis keras itu.

Baca juga : Bawaslu BandungTemukan Politik Uang Di Masa Tenang

Image yang muncul di masyarakat, lanjutnya, Islam itu selalu garis keras. “Harapan kita ke depan, kelompok moderat menjadi cukup kuat. Kita bukan orang yang suka ribut, berkelahi. Tetapi, bukan kita tidak punya pendirian,” ungkapnya.

Yusril menyebut, saat ini masyarakat kian pragmatis. Dikotomi Islam, nasionalis bahkan komunis sudah tidak setajam medio 1950-an. Saat ini, partai-partai Islam sangat bercorak nasionalis, begitu juga sebaliknya.

Misalnya Partai Golkar, disebutkan sekalipun masuk kategori nasionalis namun semakin mendekat kepada Islam. Pasalnya, banyak sekali kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) masuk ke dalamnya. Pun Partai Demokrat. Sejak dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memiliki simbol nasionalis religius. “Kita sebagai partai Islam, tidak pernah tidak nasionalis,” sebutnya.

Untuk itu, katanya, PBB sebagai partai garis tengah melarang kadernya menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan. Dia pun mengambil contoh kekerasan berupa pembunuhan sekeluarga atas nama Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah.

Baca juga : PT Pos Sudah Salurkan 93 Persen Bantuan Sosial Tunai Di Jatim

“Itu sangat jauh dari spirit perjuangan kita yang menempuh jalan perjuangan demokratis dan parlementer,” tegasnya.

Soal dikotomi ekstrem kiri dan kanan, politisi bergelar Datuk Maharajo Palinduang ini menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi aktivis mahasiswa di era Orde Baru. Kala itu, dia berbincang dengan Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib), Laksamana TNI (Purn) Sudomo.

Katanya, Soedomo berkelakar, ada dua ekstremis dari daerah Bangka Belitung. Pertama, tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit sebagai ekstrem kiri, dan Yusril di ekstrem kanan.

“Sambil ketawa Pak Domo bilang, orang Belitung itu ekstremis. Kalau ekstrem kiri itu Aidit. Kalau ekstrem kanan, ya ini orangnya. Hahaha. Dia nunjuk sama saya begitu,” kenangnya.

Baca juga : KPK Masih Cari Alat Bukti Untuk Terapkan Pasal TPPU Ke Nurhadi

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PBB, Randy Bagasyudha mengamini, jika partainya sekalipun berasaskan Islam, namun tetap moderat dan memilih perjuanganmelalui jalur parlementer. Meski begitu, bukan tanpa persoalan, partai Islam saat ini begitu banyak dan cenderung sulit bersatu. 

“Kita sempat menawarkan sebagai pemersatu, harapan kami bisa besar di Pemilu 2024,” ujar Randy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia mengatakan, perjuanganpartai Islam bisa dibilang berat. Saat ini masyarakat disuguhkan banyak parpol Islam dan juga banyak partai nasionalis yang menggaet tokoh-tokoh Islam. Namun, dia meyakini kejayaan umat pasti akan tiba. “Ya partai Islam harus bisa menjadi pilihan umat, agar secara politik bisa menang dari liberalisme misalnya,” katanya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.