Dark/Light Mode

Resmikan Rumah Tahfidz Ebqory

Gus Jazil: Al Quran Tidak Bisa Dibandingkan Dengan UUD

Selasa, 22 Desember 2020 13:29 WIB
Gus Jazil.
Gus Jazil.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meresmikan Rumah Tahfidz Alquran Ebqory di Kota Jember, Jawa Timur, Senin (21/12). Rumah Tahfidz Al Quran yang didirikan oleh Dr Amin Fadlillah SQ MA tersebut dilakukan bersamaan dengan Temu Tokoh Kebangsaan.

Dalam sambutannya, Gus Jazil,  sapaan akrab Jazilul Fawaid mengatakan, rumah-rumah tahfid itu selalu menyala di mana-mana, termasuk yang ada di Jember.

"Saya senang sebagai orang yang punya gelar sarjana Al Quran. Itu gelar yang berat dan harus kita pertanggungjawabkan," ungkapnya.

Karena itu, Gus Jazil mengaku merasa  senang dan tersanjung bisa hadir untuk meresmikan rumah tahfiz sebagai tempat penghafal Al Quran. 

Baca Juga : IAP DKI Gandeng ESRI Indonesia Gelar Mini Competition ArcGis Urban

"Saya tahu bahwa pendirian rumah tahfiz itu bagian dari cara menghidupkan cahaya di antara kita supaya di antara kita sering menyinari, saling memberikan cahaya tanpa membuat mata kita tertutup karena cahaya yang terlalu terang," tuturnya.

Namun, Gus Jazil juga mengingatkan kepada para santri yang sedang belajar menghafal Al Quran untuk tidak pernah menganggap dirinya paling bercahaya atau paling terang dan yang lain tidak. 

"Al Quran itu cahayanya tidak menutup yang lain, semakin kita dekat semakin kita kelihatan, itu Al Quran," terangnya. 

Oleh karena itu, Gus Jazil  merasa senang bisa dekat  dengan para calon penghafal Al Quran.

Baca Juga : Handa Ercel, Wanita Tercantik Versi Top World Beauty 2020

Menurut Gus Jazil, Al Quran sebagai pedoman kehidupan akan menjadi penjaga buat mereka yang membaca atau menghafalkannya. 

"Jadi jangan dikira bahwa Anda ini menjaga Al quran, tapi Al Quran yang akan menjaga Anda. Jangan pernah mengatakan saya sudah lancar, mungkin itu sekarang bisa dua hari, kalau Anda sombong (hafalan) hilang juga," katanya.

Menurutnya, apapun yang bersentuhan dengan Al Quran akan menjadi mulia.

  "Tanah mana yang paling mulia? Tanah yang paling mulia adalah tanah yang disitu diturunkan Al quran. Nabi mana yang paling mulia? Nabi yang disitu menerima Al Quran. Malaikat mana yang paling mulia? Malaikat yang membawa (wahyu) Al quran," tuturnya.

Baca Juga : Hari Ibu 22 Desember, PKS Luncurkan Gerakan Nasional Ibu Sehat

Sebagai Wakil Ketua MPR, Gus Jazil menegaskan bahwa tidak ada satupun ayat Al Quran yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Al Quran itu sempurna dan melingkupi semuanya. Dia tidak akan pernah terputus oleh zaman makanya jangan dibanding-bandingkan Pancasila sama Al Quran lebih bagus mana, ya tak sebanding," ujarnya.

Kalau ada yang membandingkan dengan Undang-Undang Dasar, menurutnya,  sebuah penyesatan. Membandingkan dengan cara yang salah.

Karena itu, Gus Jazil yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta itu berpesan agar para santri selalu membaca Al Quran dengan sebaik-baiknya dan mempelajari maknanya. QAR