Dark/Light Mode

PKS Usul LIPI Dilibatkan Dalam Kajian Alat GeNose

Selasa, 19 Januari 2021 10:54 WIB
Anggota Komisi VII DPR, Rofik Hananto
Anggota Komisi VII DPR, Rofik Hananto

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR, Rofik Hananto meminta kepada Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam  melakukan kajian mendalam terkait alat GeNose buatan Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Alat deteksi wabah Corona ini untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Rumah sakit."Secara khusus kajian alat GeNose bisa dilakukan oleh LIPI yang memiliki pakar-pakar bidang sosial ekonomi dan politik," usul Rofik saat Rapat Kerja dengan Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kepala LPNK, dan Direktur LBM Eijkman, secara virtual, Senin (18/1).

Baca Juga : Petronas Yakin 100 Persen Rossi Bisa Juara

Anggota Badan Anggaran DPR ini mengatakan, inovasi alat deteksi wabah virus Corona ini patut disyukuri. Bahkan sebentar lagi alat ini àkan hadir di pasaran.

Ia menuturkan, dengan alat GeNose yang mampu mengidentifikasi seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak dalam waktu singkat dan biaya murah, maka mendorong perubahan dalam penanganan pandemi Covid-19. Misalnya, untuk yang sakit di masa pandemi kemudian meninggal, maka rumah sakit dapat dengan cepat menentukan meninggal karena Covid-19 dan tidak. 

Baca Juga : Total 40 Korban Meninggal Dunia Sudah Ditemukan

"Dengan demikian masyarakat akan tenang karena adanya kepastian ini. Jika GeNose ini sudah diproduksi banyak  dan berbàgai lembaga swasta pun dapat memilikinya, maka ini àkan memicu percepatan ekonomi dan lainnya," katanya.  

Sementara soal vaksin Covid-19 produk Sinovac yang mulai disuntikkan ke masyarakat, Rofik berharap vaksin Merah Putih yang sedang digarap Lembaga Eijkman Cs bisa digunakan untuk masyarakat.

Baca Juga : PUPR Targetkan Pemasangan Jembatan Bailey Rampung 3 Hari

"Fraksi PKS meminta Kemenristek Cs untuk bekerja lebih cepat menyelesaikan vaksin merah putih, tetapi tetap sesuai prosedur dan cermat," pesan Rofik. [FIK]