Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Terima Pengurus PMII, Bamsoet Ajak Generasi Muda Tanggulangi Dampak Perubahan Iklim
Selasa, 16 Februari 2021 23:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong organisasi kepemudaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memanfaatkan momentum Kongres XX pada 2-6 Maret 2021 di Kalimantan Timur untuk turut membahas keterlibatan pemuda dalam menanggulangi perubahan iklim (climate change). Sebagaimana disampaikan tokoh teknologi dunia, Bill Gates, beberapa waktu lalu, bahwa setelah pandemi, umat manusia akan mengalami tantangan terbesar dalam hal perubahan iklim.
"Tingginya emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi turut menjadi penyebab perubahan iklim. Dalam laporan International Energy Agency (IEA) pada 2015, emisi dari sektor transportasi di Indonesia hampir mencapai 30 persen dari total emisi CO2. Emisi tertinggi berasal dari transportasi darat, yang berkontribusi pada 88 persen dari total emisi di sektor ini. Salah satu cara menurunkannya yakni dengan bermigrasi dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menerima pengurus PMII, di Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Selasa (16/2).
Baca juga : Terima Pengurus PII, Bamsoet Ajak Tangkal Paham Radikalisme
Pengurus PMII yang hadir antara lain Ketua Umum Agus Mulyono Herlambang, Sekretaris Jenderal Sabolah, Ketua Panita Pelaksana Kongres XX PMII Zeni Syargawi, Bendahara Patia Pelaksana Kongres XX PMII Ali, dan Ketua Pengarah Kongres XX PMII Mukhtar.
Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, dampak perubahan iklim terhadap kehidupan umat manusia sangat besar. Akibat kenaikan suhu muka bumi yang menyebabkan es kutub mencair, mengakibatkan kenaikan muka air laut, dan berbagai kerusakan alam lainnya.
Baca juga : Terima Pemilik Sop Kambing Dudung, Bamsoet Harap UMKM Bisa Segera Bangkit
"Dampaknya, terjadi perubahan musim tanam, perubahan curah hujan dan musim kering. Bahkan bisa menyebabkan semakin banyak kekeringan dan gelombang panas," jelas Bamsoet.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, keterlibatan pemuda dalam migrasi ke kendaraan listrik sangat penting. Mengingat dalam buku Potret Lalu Lintas di Indonesia tahun 2019, tergambar bahwa persentase terbesar pemilik kendaraan bermotor berada di usia produktif. Yakni kelompok usia 17-21 tahun sebanyak 17,51 persen, kelompok usia 22-29 tahun sebanyak 20,23 persen, kelompok usia 30-39 tahun sebanyak 17,83 persen. Sementara kelompok usia 40-49 tahun hanya 16,21 persen.
Baca juga : Terima OIC Youth Indonesia, Bamsoet Ajak Generasi Muda Cegah Radikalisme
"Dalam tahap awal, pemuda bisa mendorong penggunaan motor listrik sebagai transportasi utama yang menunjang aktifitas kawula muda. Dengan menggunakan motor listrik, para mahasiswa juga bisa menghemat banyak pengeluaran karena tak perlu memikirkan biaya bensin hingga perawatan," pungkas Bamsoet. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya