Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ikut Repot Ngurusi Distribusi Pangan
Kementan Bikin Orang Gerindra Iba
Minggu, 7 April 2019 21:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Darori Wonodipuro merasa iba ke Kementerian Pertanian (Kementan) yang harus ikut pontang-panting saat terjadi kenaikan harga pangan. Kementan harus turun tangan mengurusi distribusi untuk memastikan produksi pangan dari petani sampai ke pasar-pasar dengan harga terjangkau.
“Padahal, sebenarnya tidak boleh itu (Kementan turun tangan). Itu kan bukan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dia itu. Itu tugas Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Saat ini, sedang terjadi kenaikan harga bawang merah. Beberapa hari lalu, harganya sampai menembus Rp 60 ribu per kilogram. Padahal, dari sisi produksi, hasil panen bawang merah petani melimpah. Untuk menekan kenaikan, Kementan ikut turun tangan dengan menggelar operasi pasar.
Baca juga : Isu Novel Adalah Orang Gerindra
Darori menjelaskan, tugas utama Kementan adalah meningkatkan produksi pertanian. Tugas utama itu kemudian dijewantahkan ke berbagai terobosan untuk meningkat produksi. Saat kebutuhan melonjak, seperti hari-hari besar keagamaan, Kementan sudah punya upaya antisipasi.
Dia pun merasa heran, kenapa setiap mendekati hari-hari besar keagamaan, selalu ada kenaikan harga pangan. Seperti sekarang, menjelang Ramadan, ada kenaikan harga bawang merah. Padahal, dari sisi produksi cukup.
“Kenapa setiap Ramadan, tahun baru harga naik? Bawang putih, bawang merah. Ada apa? Kan sudah janji diantisipasi jauh karena tiap tahun pasti datang tapi kenapa terjadi terus,” cetus anak buah Prabowo Subianto ini.
Baca juga : Tersandung Distribusi Pupuk, 7 Orang Diringkus KPK
Dia menduga, kondisi ini dimanfaatkan para mafia pangan. Mafia ini mencoba mengambil untung dengan menimbun stok. Alhasil, terjadi kelangkaan dan harga naik.
Di tempat terpisah, Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi menjamin, produksi bawang merah akan tetap berjalan baik. Dia telah menginstruksikan para anak buahnya terjun langsung ke kantong-kantong produksi bawang merah. Salah satunya Indramayu, Jawa Barat. "Para pejabat Kementan turun untuk memastikan petani mendapatkan benih dengan harga murah," ucapnya.
Jumat lalu, Kementan bersama Dinas Pertanian setempat menggelar pasar murah benih di Indramayu. Benih tersebut didatangkan dari Cirebon dengan harga Rp 23 ribu per kilogram.
Baca juga : Mulai Proses Konstruksi, Terowongan Kereta Terpanjang di Indonesia
"Kementan sangat menaruh perhatian dengan kondisi dan dinamika yang terjadi di sentra-sentra produksi bawang merah. Saat harga bawang merah menguat, biasanya sebagian cadangan benih ikut terjual sebagai bawang konsumsi. Kondisi tersebut harus diantisipasi, terutama ketersediaan benih untuk musim tanam berikutnya. Jangan sampai petani mau tanam, benihnya kurang," kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan Ismail Wahab.
Pada saat yang sama, lanjutnya, Kementan juga menggelar operasi bawang merah dan bawang putih di berbagai wilayah ibukota. Operasi pasar dilakukan dengan mendatang bawang hasil produksi petani ke pasar.
"Harga konsumsi hanya Rp 20 ribu per kilogram. Sementara untuk benih kami tawarkan Rp 23 ribu per kilogram. Kami bantu petani Indramayu agar musim tanam berikutnya mereka bisa happy dapat harga benih murah," tambah Ismail. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya