Dewan Pers

Dark/Light Mode

Belgia Sentimen Ke Sawit, Herman Khaeron Minta Pemerintah Balas

Kamis, 20 Mei 2021 08:38 WIB
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron meminta pemerintah memberlakukan larangan timbal balik atas ekspor Belgia menyusul keputusan Menteri Federal Lingkungan dan Iklim Belgia Zakia Khattabi melarang biofuel yang terbuat dari minyak sawit mulai 2022. Baginya, sikap Belgia itu sama saja dengan mulai perang dagang dengan Indonesia.  

Berita Terkait : LaNyalla Usul Pemberdayaan Usaha Lintas Kementerian

“Ini adalah tindakan proteksionisme perdagangan yang secara langsung akan merugikan petani kecil kelapa sawit di seluruh Indonesia. Indonesia harus memberikan tanggapan yang kuat terhadap masalah ini. Pemerintah Belgia telah memutuskan untuk memulai perang dagang dan tindakan bermusuhan ini memiliki konsekuensi," ucap Ketua DPP Partai Demokrat ini, Kamis (20/5).  

Berita Terkait : Pakistan: Serangan Israel Bukan Konflik, Tapi Pembantaian Palestina!

Khaeron, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR, merekomendasikan agar Indonesia mengenakan larangan impor untuk susu dan produk susu yang diproduksi Belgia. Belgia mengekspor hampir 100 juta euro atau setara Rp 1,7 triliun susu dan produk susu ke Indonesia pada 2019.  

Berita Terkait : Kecam Israel, Demokrat Minta Pemerintah Dorong KTT Luar Biasa OKI

“Minyak sawit Indonesia adalah minyak nabati paling berkelanjutan di dunia saat ini. Ini memberikan pendapatan, keamanan, energi terbarukan, dan kesempatan hidup yang lebih baik bagi jutaan petani kecil di seluruh Indonesia.  Sangat disesalkan bahwa pemerintah Belgia telah memutuskan untuk memilih konflik daripada bekerja sama,” tegas salah satu orang kepercayaan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini. [USU]