Dark/Light Mode

Bamsoet Didaulat Jadi Dewan Kehormatan Menwa

Kamis, 17 Juni 2021 22:31 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kiri) mengenakan baret ungu saat didaulat menjadi Dewan Kehormatan Komando Resimen Mahasiswa (Menwa). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kiri) mengenakan baret ungu saat didaulat menjadi Dewan Kehormatan Komando Resimen Mahasiswa (Menwa). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo diangkat menjadi Dewan Kehormatan Komando Resimen Mahasiswa (Menwa). Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menerima dengan senang hari pengangkatan itu. Dia menerangkan, sebagai kekuatan sipil yang turut berkontribusi dalam bela negara, Menwa bisa turut berkontribusi dalam menjaga kedaulatan bangsa dari berbagai ancaman yang merusak ideologi negara.

Bamsoet menerangkan, kehadiran Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) membuka peluang bagi setiap warga negara mengikuti pelatihan semi militer untuk menjadi komponen cadangan memperkuat peran TNI. Termasuk bagi Menwa.

Berita Terkait : Indonesia Dipastikan Gelar 2 Seri The FIM MXGP World Championship 2021

“Kehadiran Undang-Undang tersebut sekaligus memberi peluang kepada organisasi seperti Menwa untuk bekerjasama dengan TNI, menguatkan semangat bela negara kepada para generasi bangsa," ujar Bamsoet, usai menerima DPP Menwa, di Jakarta, Kamis (17/6). Pengurus DPP Menwa yang hadir antara lain Laksda TNI (Purn) Suryo Wiranto, Mayjen TNI (Purn) Adi Sudaryanto, Datep Purwa Saputra, Arifin Laisa, dan Abd Mutalib.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, Korea Selatan, yang negerinya sudah mapan dan pendapatan rakyatnya sudah tinggi, masih mewajibkan setiap warga negaranya mengikuti wajib militer. Termasuk para artis top Korea Selatan yang digandrungi remaja Indonesia, dari mulai boyband hingga aktor drama Korea, semua mengikuti wajib militer. 

Berita Terkait : Bamsoet Padukan Empat Pilar MPR dengan Empat Pilar KBPP Polri

"Di Indonesia, kita memang tidak menganut wajib militer. Namun, bukan berarti menutup kesempatan kepada generasi bangsa yang ingin menjadi bagian kekuatan dalam sistem pertahanan. Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR maupun pelaksanaan Undang-Undang PSDN, Menwa bersama TNI bisa semakin memperkuat jiwa nasionalisme warga negara," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, geografis Indonesia yang memiliki garis pantai sekitar 81.000 kilometer, dan tersebarnya pulau-pulau ke dalam tiga zona waktu, selain menjadi kekuatan juga bisa menjadi titik lemah pertahanan jika tidak dikelola dengan baik. Peran masyarakat seperti yang tergabung dalam Menwa, sangat dibutuhkan.

Berita Terkait : MPR Gandeng ESQ dan UT Kembangkan Modul 4 Pilar

Bamsoet menegaskan, menjaga kedaulatan bangsa merupakan tindakan mulia. Dia tidak ingin semangat ini hilang hanya karena hedonisme anak muda. 

“Ingatlah selalu pesan Bung Hatta, bahwa jatuh bangunnya negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar untaian pulau di peta," pungkas Bamsoet. [USU]