Dark/Light Mode

Pemerintah Kudu Lobi Australia Buka Penerbangan Langsung Ke Bali

Jumat, 25 Juni 2021 15:29 WIB
Anggota Komisi X DPR Robert J. Kardinal. (Foto : Golkarpedia)
Anggota Komisi X DPR Robert J. Kardinal. (Foto : Golkarpedia)

 Sebelumnya 
Sementara di dalam negeri, situasi Covid-19 terus tinggi ditambah adanya kebijakan pemerintah memperketat perluasan Covid-19 dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Untuk itu, sangat penting bagi Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Pariwisata bisa menjelaskan bahwa situasi Covid-19 di Bali aman.

Baca juga : Pemerintah Fasilitasi Pemulangan 145 Pekerja Migran Bermasalah Dari Malaysia

"Jadi harus dijelaskan bahwa Indonesia ini adalah negara kepulauan. Misal covid di Jakarta tinggi ya karena penduduknya ini, yang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, ya paling banyak di Indonesia. Covid cukup tinggi karena perpindahann manusia itu paling banyak karena tumpuan hidup orang banyak itu ya di Jakarta, baru Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jadi harus bisa meyakinkan Australia sekarang Bali aman untuk wisatawan," tegasnya.

Baca juga : Pemerintah Siap Bangun Hunian Layak Di Samosir

Kedua, sambung dia, politik luar negeri antara China dan Amerika Serikat yang terus memanas. Harus diingat, jelas Robert, Indonesia saat in dikelilingi negara-negara Commonwealth atau Persemakmuran yang berada di bawah Inggris dan Amerika Serikat.

Baca juga : Gus Halim Bantu Pengembangan Desa Di Samosir

"Mereka kan saat ini bersatu melawan kekuatan China. Istilahnya Indonesia ini dikelilingi Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Papua Nugini, Australia, dan negara-negara pasifik lainnya. Mereka ini negara-negara yang aliansi ke Inggris dan Amerika. Kan sama kayak yang terjadi di Batam dan Pulau Bintan, kalau Singapura dan Malaysia belum buka ya percuma. Maka harus pandailah lobi-lobi itu," saran dia. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.