Dark/Light Mode

Hadapi Pandemi, Gus Jazil Ajak Mahasiswa UI Tingkatkan Ketauhidan

Kamis, 5 Agustus 2021 13:17 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 telah melanda selama lebih dari setahun hingga kini belum teratasi. Sedikitnya 3,5 juta orang terinfeksi Covid-19 sejak kasus pertama diumumkan di Indonesia awal Maret 2020 lalu, dan 100.636 orang meninggal dunia.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, Corona menjadi bagian dari ujian ketauhidan dan seberapa kuat keimanan kita kepada Allah SWT. Untuk melihat fenomena Corona ini dengan prespektif masing-masing.

"Orang sekuler melihat Corona seperti apa, orang Nahdlatul Ulama seperti apa. Tetapi karena saya meyakini akidah saya, iman kepada qada dan qodar Allah SWT, maka saya mayakini betul ini adalah ketentuan Allah. Dan saya tahu betul bahwa ketentuan Allah dibuat pasti ada hikmahnya untuk manusia," ujar Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, saat memberikan sambutan secara virtual acara Istighosah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa Indonesia dari Wabah Covid-19 yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Indonesia (UI) Rabu (4/8) malam.

Berita Terkait : Meski Pandemi, Resso Bersama Musisi Muda Luncurkan Lagu Eksklusif

Dikatakan Gus Jazil, orang boleh saja memaknai bahwa pandemi ini sebagai bagian dari skenario global. Ada yang bilang ini dibuat di China pada awal-awal dulu. Ini skenario global, dan lainnya.

"Bolehlah karena manusia itu diberikan kekuatan oleh Allah untuk membuat skenario. Kita semua ini diberikan kekuatan membuat skenario, tetapi pembuat skenario tertinggi hanya Allah. Kita sebenarnya menghadapi apapun itu dalam skenario Allah, itu yang penting. Allah membuat skenario-skenario di bumi sebagai tatanan dan ujian," tuturnya.

Karena itu, menurut Gus Jazil, pandemi Covid-19 ini harus dihadapi dengan kekuatan iman dan keyakinan bahwa semua daya dan upaya itu dari Allah.

Berita Terkait : Hadapi Pandemi, HNW Imbau Perkuat Solidaritas Sosial

"Nah, ikhtiar-ikhtiar itu yang hari ini dilakukan teman-teman KMNU UI melalui doa. Di zaman sekarang, biasanya banyak yang menganggap negatif doa. Orang moderen menyepelekan doa. Tidak ada lagi konsep berkah, konsep keselamatan dari Allah. Corona ini justru menjadi cermin bagi kita untuk melihat seberapa dekat kita dengan pembuat Corona, pembuat alam ini, dan yang membuat diri kita dan skenario. Tidak ada daya dan upaya selain dari Allah, laahaula walaa quwwata illaabillah," ungkap Gus Jazil.

Menurutnya, melalui doa bersama, justru akan menambah keyakinan kepada Allah. "Kita kembali kepada ketauhidan kita yang akhir-akhir ini di dalam bahasa Syekh Hossein Nasr krisis manusia modern. Obat dari krisis manusia modern ya Covid-19 ini supaya dekat dengan Allah. Kalau kita semakin jauh dengan Allah, kita tak tahu bagaimana tatanan wajah dunia ke depan ini," ingatnya.

Wakil Ketua Umum artai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, akibat pandemi Covid-19, bangsa ini menghadapi krisis multidimensi. Pendapatan negara turun, utang membengkak, dan seakan-akan bangsa ini tidak mampu berbuat apa. Juga tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi sesudah pandemi ini.

Berita Terkait : NasDem: Ada Pihak Gunakan Isu Pandemi Untuk Diskreditkan Pemerintah

"Dalam batas-batas rasional, kita punya rencana-rencana dalam batas tertentu. Tetapi apa yang kita rencanakan, kita skenariokan, ada pembuat skenario besar yaitu Allah SWT," tekannya.

Karena itu, menurut Gus Jazil, saat ini masing-masing dari kita harus bisa menasihati diri sendiri. Sebab, obat terbaik berasal dari diri sendiri. Begitu pula nasihat terbaik dan musuh terberat juga datang dari diri sendiri. Sebab, siapa yang bisa menemukan dirinya sendiri, dia yang paling berbahagia dan paling selamat. Karena dengan menemukan dirinya sendiri, dalam konsep tasawuf, dia akan menemukan Tuhan.

Karena itu, ketua umum Ikatan Keluarga Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini mengajak semua pihak, terutama umat Islam agar memperbanyak doa. "Mari kita berdoa agar kita semua diberikan keselamatan, dan marilah kita berdoa agar selalu diberikan kesehatan dan semangat untuk menyebarkan agama Allah," ajaknya. [ONI]