Dark/Light Mode

Lapas Tangerang Terbakar, Bamsoet: Ini Alarm Untuk Segera Lakukan Pembenahan

Rabu, 8 September 2021 15:45 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo prihatin dan turut berduka cita atas wafatnya 41 narapidana dan puluhan lainnya terluka dalam kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang. Dugaan sementara, kebakaran yang terjadi selama dua jam, dari pukul 01.45 WIB di Blok C2, dipicu korsleting listrik. Namun, pihak Kepolisian harus tetap menyelidiki lebih lanjut penyebab kebakaran tersebut.

Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menyatakan, berdasarkan data Ditjen Pas, Lapas Kelas I Tangerang ternyata kelebihan kapasitas. Dari yang seharusnya 600 orang, malah menampung sekitar 2.072 narapidana atau over kapasitas hingga 245 persen.

"Berdasarkan laporan Dirjen Pemasyarakatan Reinhard Silitonga, ada 9 kamar di Blok C2 yang dihuni 122 narapidana, habis terbakar. Idealnya, dari 9 kamar itu hanya diisi sekitar 40 narapidana. Ini menjadi alarm bagi Pemerintah untuk segera membenahi pengelolaan manajemen Lapas di berbagai daerah yang juga banyak mengalami over kapasitas," ujar Bamsoet, di Jakarta, Rabu (8/9).

Ketua DPR  ke-20 ini menjelaskan, dari laporan Kementerian Hukum dan HAM, diketahui bahwa Lapas Kelas I Tangerang sudah berusia 42 tahun, dibangun pada tahun 1972. Ironisnya, walaupun ada penambahan daya listrik, tetapi tidak pernah ada perbaikan instalasi listrik.

"Berbagai sarana dan prasarana Lapas di berbagai daerah harus segera dievaluasi. Jangan sampai karena persoalan lemahnya perawatan, menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Terlepas dari status mereka sebagai narapidana, mereka juga tetap warga negara yang wajib dijaga dan dilindungi keselamatan jiwa dan raganya oleh negara," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia ini berharap, walaupun sulit, Kepolisian harus tetap berusaha mengidentifikasi jenazah korban kebakaran. Bila perlu melalui tes DNA dengan mendatangkan keluarga korban.

"Saya tahu betul Pak Menteri Hukum dan HAM telah berkerja keras untuk melakukan berbagai perbaikan. Namun, kita juga memahami keterbatasan keuangan negara, sehingga kita belum mampu menghadirkan lapas yang ideal susuai standar kemanusiaan yang universal," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.