Click Here

Dark/Light Mode

Demokrasi Jamin Kebebasan Berekspresi

Bamsoet: Sikap Presiden Jokowi Hadapi Kritik Patut Diteladani

Senin, 20 September 2021 07:05 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional ‘Ruang Kebebasan Berekspresi Sebagai Indikator Sehatnya Demokrasi’ yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana secara daring di Bali, Minggu (19/9/2021). (Foto: Dok. MPR RI)
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional ‘Ruang Kebebasan Berekspresi Sebagai Indikator Sehatnya Demokrasi’ yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana secara daring di Bali, Minggu (19/9/2021). (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo menegaskan, sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), para pendiri bangsa telah berketetapan hati memilih demokrasi Pancasila.

Demokrasi yang dibangun di atas nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, dan mengamanatkan transformasi nilai-nilai falsafah Pancasila sebagai rujukan semua bentuk dan sistem pemerintahan negara.

Berita Terkait : Bamsoet: Esensi Demokrasi Kebebasan Berekspresi Yang Bertanggung Jawab

“Dalam membangun demokrasi Pancasila, kita mempunyai pandangan dan komitmen yang sama. Pancasila adalah ideologi dan dasar negara yang menjadi pedoman dalam membangun tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadi dasar rujukan dalam membuat dan menilai kebijakan publik, serta sumber nilai yang mempersatukan dalam menghadapai berbagai persoalan,” ujar Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Udayana secara daring di Bali, kemarin.

Dalam acara bertajuk “Ruang Kebebasan Berekspresi Sebagai Indikator Sehatnya Demokrasi”, Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, naik turunnya indeks demokrasi kerap dialami negara-negara yang sedang berproses menuju kematangan demokrasi. Bahkan, ungkap dia, negara-negara maju yang disebut sebagai kampiun demokrasi pun, masih ditemukan percikan-percikan persoalan dalam implementasi demokrasi.

Berita Terkait : Kritik Demokrat Menohok Banget

“Kondisi ini selaras dengan laporan The Economist Intelligence Unit yang menyebut, penurunan indeks demokrasi tengah menjadi tren kecenderungan global. Berdasar Laporan The Economist Intelligence Unit, indeks demokrasi Indonesia tahun 2020 berada di peringkat ke-64 dunia dengan skor 6,3, atau turun dari tahun 2019 dengan skor 6,48. Ini adalah angka terendah yang diperoleh Indonesia dalam kurun waktu 14 tahun terakhir,” urai mantan Ketua Komisi III DPR ini.

Lebih lanjut, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, esensi demokrasi adalah adanya keseimbangan. Di satu sisi, demokrasi menjamin ketersediaan ruang bagi setiap warga negara untuk berekspresi, dan mengartikulasikan hak-hak politiknya tanpa represi dan intimidasi dari aparatur negara maupun dari elemen-elemen kekerasan dalam masyarakat.
 Selanjutnya