Dark/Light Mode

Rakyat Kecil Babak Belur Dipukul Pandemi Covid, Gobel Minta Pemerintah Perhatikan Kredit Mikro

Senin, 18 Oktober 2021 15:08 WIB
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel (Foto: Instagram)
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Berdasarkan data OJK, jumlah rekening kredit UMKM turun tajam sejak pandemi Covid-19. Dari 16,12 juta rekening pada Maret 2020, menjadi 15,44 rekening pada Juli 2020. Atau turun 4,2 persen.

"Penurunan paling tajam terjadi pada rekening kredit mikro. Anjlok 6,49 persen menjadi 12,73 juta," cetusnya.

Hapus Kredit

Baca juga : Gus Muhaimin: Indikator Pembangunan Bukan Cuma Infrastruktur, Tapi Kebahagiaan

Gobel sangat mendukung usulan hapus buku write off kredit bermasalah UMKM, oleh perbankan kepada OJK. Terutama, pada pelaku usaha.

"Jangan cuma hapus kredit atau write off, tetapi juga hapus tagih. Itu harus dilakukan, terutama pada kredit dengan nominal di bawah Rp 10 juta," papar Gobel.

“Dalam kaitannya dengan pemberdayaan usaha mikro, hapus tagih untuk kredit usaha mikro perlu dilakukan. Namun tetap dengan syarat, agar tidak menjadi moral hazard,” tegasnya.

Baca juga : Mekeng: Densus 88 Perintah UU, Tidak Bisa Dibubarkan

Apabila hanya sebatas hapus buku di pembukuan bank, sedangkan di usaha mikro masih tercatat sebagai pengutang, maka usaha mikro masih memiliki kewajiban bayar. Karena bank memiliki hak tagih.

Mengenai biaya yang timbul dari penghapusan hak tagih, bisa dibebankan pemerintah dan beban bank.

“Untuk itu, pemerintah dan OJK perlu melakukan kajian mendalam dan mengkaji parameter yang perlu diimplementasikan, agar tidak ada moral hazard atau fraud yang timbul dari kebijakan ini,” tutur Gobel mewanti-wanti. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.