Dark/Light Mode

Arsul Sani Luncurkan Buku Relasi Islam Dan Negara

Rabu, 27 Oktober 2021 07:51 WIB
Wakil Ketua MPR Arsul Sani saat bedah buku Relasi Islam dan Negara, Perjalanan Indonesia di Media Center MPR/DPR/DPD, Lobi Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Jakarta, Senin (25/10). (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR Arsul Sani saat bedah buku Relasi Islam dan Negara, Perjalanan Indonesia di Media Center MPR/DPR/DPD, Lobi Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Jakarta, Senin (25/10). (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Pancasila Religious Friendly

Azyumardi Azra sepakat bahwa buku karya Arsul Sani ini cukup komprehensif dalam memotret soal hubungan Islam dan politik dalam rentang waktu yang sangat panjang.

Baca juga : Tari Saman Meriahkan Resepsi Diplomatik Indonesia Di Beirut

"Jadi buku ini percikan yang lengkap dan komprehensif. Karena itu saya menyarankan buku ini menjadi rujukan bagi mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang ingin mengetahui bagaimana sesungguhnya hubungan antara Islam dan negara," paparnya.

Menurut Azyumardi Azra, buku ini sangat istimewa karena ditulis oelh seorang politisi dari partai Islam (PPP). "Kita bisa melihat secara implisit, bahwa sikap dan pandangan dalam buku ini memperkuat komitmen kesetiaan PPP pada Pancasila.

Baca juga : Bamsoet Tantang Arsul Sani Tulis Buku Relasi Islam Dan Haluan Negara

Posisi Arsul Sani dalam buku ini sangat jelas. Saya kiri umat Islam harus memperkuat kesetiaan pada Pancasila itu," ujarnya.  Azyumardi menambahkan bangsa Indonesia sangat beruntung karena memiliki Pancasila.

"Saya sering menyebut Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang bersahabat dengan agama. Pancasila dan agama tidak perlu lagi kita persoalkan," katanya.

Baca juga : Principal Luncurkan Program Investasi Reksa Dana Syariah

Meski demikian, Azyumardi Azra mengakui masih ada tarik menarik pada segelintir orang yang masih mempersoalkan Pancasila. Mereka lebih banyak dipengaruhi pikiran-pikiran transnasional. Inilah tantangan kita khususnya pemimpin muslim untuk mengarahkan orientasi kaum muslimin ke dalam negeri, tanah airnya sendiri, daripada melihat eksperimen negara-negara lain di Timur Tengah atau Asia Selatan.

"Karena kita punya Pancasila yang religious friendly. Karena itu, upaya-upaya yang membenturkan antara agama dan negara, khususnya Islam, harus kita cegah, karena tidak menguntungkan buat siapa-siapa, dan tidak menguntungkan untuk negara," imbuhnya. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.