Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi keputusan pemerintah, yang tidak menarik kelebihan pembayaran insentif dari 8.961 tenaga kesehatan (nakes).
Menurutnya, keputusan tersebut senafas dengan upaya eksekutif menanggulangi Corona. Karenanya, politisi Golkar itu mengacungkan jempol.
"Ini langkah yang tepat untuk merespon aspirasi publik dan suara nakes se-nusantara," kata Laka Lena saat dikonfirmasi RM.id Selasa (2/11).
Baca juga : Muhaimin Minta Fraksi PKB Kawal Anggaran Pendidikan 20 Persen Dari APBN
"Keputusan Kementerian Kesehatan dan Badan Pemeriksa Kesehatan (BPK) hari ini, sesuai rekomendasi dari pendapat pimpinan dan anggota lintas fraksi," imbuhnya.
Pembatalan atas penarikan kelebihan pembayaran insentif itu disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS), dalam konferensi pers bersama Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Senin (1/11).
"Setelah berdiskusi dengan teman-teman BPK, kami memutuskan tidak menarik kembali kelebihan pembayaran. Kami memilih melakukan kompensasi. Kalau ditarik kembali, kasihan,” tutur BGS.
Baca juga : Rayakan Hari Santri, Anggota Fraksi PKB Pakai Kain Sarung Di Paripurna
Dalam skema kompensasi ini, nakes yang menerima kelebihan pembayaran akan terus bekerja di fasilitas layanan kesehatan.
"Buat para nakes, jangan khawatir. Duitnya tidak akan ditarik kembali. Tetap konsentrasi bekerja, semoga sehat selalu," tandas BGS. [UMM]
Baca juga : Gus Muhaimin: Ikrar Sumpah Pemuda Harus Menyesuaikan Zaman
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya