Dewan Pers

Dark/Light Mode

Airlangga Hartarto Disarankan Berpasangan Dengan Tokoh Non Jawa Di Pilpres 2024

Sabtu, 27 November 2021 16:43 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil jajak pendapat yang dilakukan Relawan Airlangga Hartarto yang tergabung dalam Gerakan BerkAH (Gerakan Berkreasi Bersama Airlangga Hartarto) di Jawa Tengah (Jateng), memunculkan dua tokoh kuat yang dinilai paling cocok berpasangan dengan Ketua Umum Partai Golkar di Pilpres 2024. Dua tokoh tersebut yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan, kokohnya nama Ganjar Pranowo dan Puan Maharani untuk berpasangan dengan Ketum Golkar cukup masuk akal.

Soalnya, basis dukungan kedua tokoh yang berasal dari PDIP itu, memang berada di Jateng. Tapi, kata Dedi, dari sisi kapasitas, banyak nama lain yang berpotensi berpasangan dengan Airlangga.

"Mungkin kalau survei selanjutnya dilakukan di Jawa Barat akan muncul nama lainnya, seperti Ridwan Kamil. Karena saat ini popularitas dan elektabilitas kepala daerah cukup tinggi tapi tidak bisa jadi tolak ukur suara nasional," ujar Dedi dalam dialog diskusi live Instagram bersama akun @Golkar2024 yang bertajuk "Antara Ganjar, Puan, Prabowo, Yaqut Sampai Anies: Aspirasi Jawa Tengah untuk Pasangan Airlangga di Pilpres 2024", dikutip Sabtu (27/11).

Berita Terkait : Airlangga Targetkan Kerja Sama Nyata Dalam Presidensi G20

Menurut Dedi, komposisi geografi jawa non jawa masih populer dalam langgam politik Indonesia. Terkait dengan status Ketua Umum Golkar yang berasal dari etnis Jawa dan keturunan ulama besar, Dedi mengakui hal ini menjadi keunggulan Airlangga.

"Jawa-non jawa itu menunjukkan keseimbangan, kalau Pak Airlangga sendiri yang berasal dari Jawa, saya kira jadi lebih tepat kalau beliau berpasangan dengan tokoh dari luar Jawa," nilainya.

Terlebih, kata Dedi, Airlangga sendiri memiliki tiket pada Pilpres 2024. Pertama, Airlangga saat ini memimpin Golkar yang memiliki perolehan suara terbesar kedua di DPR hasil pemilu 2019. Selain itu, dia memiliki panggung untuk dikenal publik lantaran menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

"Jadi Pak Airlangga sudah memiliki kans besar untuk berpeluang menang tapi perlu pertimbangan tokoh yang dapat bersanding dengan beliau di Pilpres nanti," terang Dedi.

Berita Terkait : Airlangga Serah Terima Mobil Listrik Hyundai, Untuk Kendaraan Resmi Delegasi G20

Dedi menilai, Airlangga merupakan tokoh teknokrat yang patut diperhitungkan karena selalu berpikir strategis dibandingkan kerja lapangan.

Hal ini sejalan dengan hasil survei Gerakan BerkAH yang menunjukkan, sosok yang pemikir seperti Anies Baswedan dan Ridwan Kamil tidak banyak didukung untuk berpasangan dengan Airlangga.

"Jadi saya kira sebagai teknokrat Pak Airlangga harus diimbangi dengan sosok yang cenderung kerja lapangan. Ini kombinasi yang pas untuk maju di kontestasi Pilpres 2024," tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Gerakan BerkAH Rega Aditya Irawan mengatakan, dalam survei yang dilakukannya, spektrum tokoh yang didukung masyarakat untuk berpasangan dengan Airlangga tidak hanya berasal dari kepala daerah. Nyatanya, banyak masyarakat yang menginginkan Airlangga berpasangan dengan pemimpin Nahdiliyin.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Atta Halilintar Terus Tebar Semangat Kebangsaan Di Medsos

"Ini menunjukkan kalau Pak Airlangga didukung dan diterima semua golongan. Di tengah kemajemukan Indonesia kepemimpinan Pak Airlangga ini yang kita butuhkan untuk merangkul semua komponen anak bangsa," ungkapnya.
 Selanjutnya