Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Khusus mengenai kopi, Erick telah membentuk project management office (PMO) kopi nusantara. Hal ini dilakukan karena kopi merupakan salah satu komoditas Indonesia yang potensial, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
"PMO kopi nusantara terdiri atas berbagai unsur. Mulai dari BUMN seperti PTPN, Perhutani, Pupuk Indonesia, BRI, hingga RNI; swasta yang meliputi common grounds, dua coffee, Stella, Mayora; asosiasi seperti Sustainable Coffee Platform of Indonesia dan Speciality Coffee Association of Indonesia; serta lembaga research and development (R&D) dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan RnD BUMN," paparnya.
Baca juga : Hasto Halus Bicaranya
Usai acara, Erick ditanya soal kedatangannya. Dia memastikan, kehadirannya di kandang Banteng bukan dalam rangka kontestasi menuju Pilpres 2024. Dirinya hadir sebagai narasumber perwakilan Pemerintah yang berkewajiban mengembangkan UMKM melalui BUMN.
"Sesuai arahan Pak Presiden, kami semua para pembantu Presiden harus memastikan yang namanya keseimbangan ekonomi, dan bila perlu juga diintervensi," terangnya.
Baca juga : Ganjar Nggak Kapok
Erick menerangkan, BUMN punya kewajiban menelurkan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. "BUMN yang merupakan sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia, tentu kami sangat peduli itu. Karena itu, saya hari ini hadir sebagai undangan dari Pak Hasto," ujarnya.
Hasto juga menegaskan, kedatangan Erick, Siti Nurbaya, dan Teten tidak membahas Pilpres 2024. "Ya Pak Erick, Pak Teten dan Ibu Siti Nurbaya kami undang terkait dengan upaya menggelorakan kebangkitan perekonomian rakyat melalui kopi tersebut," jelasnya.
Baca juga : Erick Bakal Dilirik Parpol
Dia melanjutkan, kepada tiga menteri hadir untuk mendorong sinergi dan koneksitas. Tujuannya agar pandemi Covid-19 bisa dilewati dengan baik, terutama dampak ekonomi. "Agar Pak Erick, kemudian Pak Teten, dan Ibu Siti Nurbaya ini dapat bersama-sama mengatasi pandemi dengan cara mendorong perekonomian rakyat, termasuk melalui kopi," terang politisi berusia 55 tahun itu.
Hasto menerangkan, pemerintahan Jokowi-Ma'ruf akan berakhir husnul khotimah apabila mewariskan kebijakan yang mampu menggerakkan perekonomian rakyat. "Kalau pemerintahan Presiden Jokowi mampu membuat legacy di tengah pandemi, mendorong pergerakan ekonomi rakyat, ini merupakan hal yang baik. Bukan hanya bagi rakyat Indonesia, tetapi juga bagi PDI Perjuangan," imbuh dia. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya