Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemilih Cenderung Pelupa
Gawat, Eks Napi Korupsi Mulus Ke Panggung Politik
Rabu, 9 Februari 2022 07:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kembali diterimanya mantan narapidana (napi) korupsi ke panggung politik, mengundang tanda tanya. Bagaimana komitmen anti korupsi partai politik dan efeknya terhadap elektabilitasnya?
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan, tidak ada Undang-Undang yang melarang mantan terpidana kasus korupsi kembali ke partainya. “Yang diatur di Undang-Undang adalah mengenai pencalonan mantan terpidana kasus korupsi di Pileg dan Pilkada,” kata dia, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Basarah Harap Buron Korupsi Kelas Kakap Segera Diboyong Pulang
Di Pilkada, terang Khoirunnisa, mantan terpidana kasus korupsi baru bisa mencalonkan diri setelah lima tahun dinyatakan bebas murni. “Sementara di Pileg, mantan terpidana kasus korupsi harus mendeklarasikan dirinya pernah menjalani hukuman karena terjerat kasus korupsi,” lanjutnya.
Nah, apakah masuknya eks napi korupsi ini ngefek sama elektabilitas parpol? Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, masuknya eks napi politik ke parpol ternyata tak memberikan pengaruh apapun dalam hal tingkat keterpilihannya.
Baca juga : Subholding Pertamina Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Menurutnya, mayoritas rakyat Indonesia cenderung pelupa dan tidak tahu siapa saja eks napi yang kembali terjun ke politik. “Buktinya, banyak partai yang kadernya korup tapi nyatanya masih kuat di pemilu. Itu artinya, variabel koruptor di partai tak terlampau kuat menggerus elektabilitas,” jelas Adi, kemarin.
Hanya kalangan tertentu saja yang dalam jumlah tidak signifikan resisten terhadap eks koruptor yang kembali ke politik. Jumlahnya pun tidak banyak. “Tentu ini jadi realitas politik yang ironis. Padahal koruptor itu terbukti garong duit rakyat. Tapi karena minimnya edukasi politik, rakyat tutup mata dengan partai yang kadernya eks koruptor balik berpolitik,” pungkasnya.
Baca juga : Upaya Pemulihan Aset, Kejagung Buru Mitra Terdakwa Kasus Korupsi Asabri
Kembalinya mantan terpidana kasus korupsi jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy diketahui nongol dalam sebuah acara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Yogyakarta pada Senin (31/1). Romy, sapaan karibnya, ikut mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turut diundang dalam acara tersebut. Mereka tampak mesra, naik andong berdua menuju Jogja Expo Center (JEC) menemui kader PPP.
Beberapa kali, eks Ketua Umum Partai Kabah itu juga terlihat semringah saat Anies pidato dalam diskusi Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) DPW PPP Yogyakarta, di Grand Rohan Hotel, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Senin (31/1) lalu. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya